Tulisan ini mengkritik keras buruknya kemampuan komunikasi publik pejabat, mulai dari pusat hingga daerah. Dengan contoh konkret dan pengalaman pribadi, penulis mempertanyakan kualitas kepemimpinan yang hanya mengandalkan teks tanpa pemahaman.
Ketika Pejabat Gagal Bicara, Publik Gagal Percaya

