Kelas Menulis Gol A Gong Untuk Agenda September 2020

Kelas Menulis Gol A Gong secara online dimulai 5 Juni 2020. Kelas cerpen terdiri dari dua kelas, yaitu Kelas Cerimis (Cerpen Dinamis) kemudian berlanjut ke Kelas Certalik (Cerpen Bertabur Konflik). Begitu juga di Kelas Novel Best Seller berlangsung dua kelas. Juni hingga Agustus 2020 berlangsung lancar. Jika ingin bergabung kontak WA 0819 06311 007.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis Gol A Gong, Memperbaiki Kesalahan Dasar Menulis Cerpen dan Novel

Kelas Menulis Gol A Gong yang selama pandemi Covid-19 ini secara online, alhamdulillah direspon dengan baik. Untuk Kelas CERIMIS (Cerpen Dinamis) sejak 7 Juni hingga 17 Juli sudah 12 angkatan, klan lanjutannya CERTALIK (Cerpen Bertabur Konflik) 4 angkatan. Kelas Novel Best seller 5 angkatan. Untuk kelas Cerpen dibatasi maksimal 21 orang, Kelas novel best seller 7 orang/angkatan.

Istimewanya apa? Saya juga tidak tahu. Sarananya juga hanya lewat Group WA. Kita tidak saling tatap, hanya bikin “rusuh” saja di group WA, saling balas komentar, kirim emoticon, seperti di kelas anak-anak nakal. Secara spontan saya mengumpulkan celetukan mereka di group. Silakan membacanya:

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Praktik Menulis Certalik di Kelas Menulis Gol A Gong

Jum’at, 17 Juli 2020, saya jadi Pak Guru Online di Certalik Kelas Menulis Gol A Gong. Apa itu Certalik? Kelas lanjutan cerpen, setelah Cerimis (Cerpen Dinamis) ke Kelas Certalik, yaitu Bertabur Konflik angkatan ke-3. Lebih banyak praktik menulis, yaitu mengerjakan tugas membuat sinopsis dan menulis kalimat pembuka dengan konfliknya.

Kelas CERTALIK tadi malam dimulai pukul 19.30. Selesai 22.30. Sekarang sedang membuat cerpen 3 babak. Tadi premis sudah. Kini lagi pusing membuat sinopsis babak pertama harus dengan konflik dan plot point di ending babaknya. Praktik, praktik menulis lebih utama di sini. Teori paling 30%.

“Wah, selama ini teknik menulis saya cenderung ‘sinopsis’, tidak ‘menunjukkan’. Pembaca saya beri tahu terus, tidak saya beri kesempatan membangun imajinasi!” begitu seorang peserta nyeletuk.

Fotonya sedang tersenyum menggunakan kaos Kelambi Kite punya Mang Ovie kuh. Ihuh! Nehnik Boss!

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tubin, Tema Lomba yang Tidak Biasa

Saya paling takut menulis cerita pendek kemudian di tengah jalan si pembaca menggreutu, “Ah, endingnya udah ketebak!”

 Jika pembaca (seperti saya) mengulas sebuah cerpen, bagaimana pun subjektivitas mendominasi. Apalagi saya bukan kritikus sastra tetapi pembaca, jadi lebih banyak sok tahunya ketimbang mengerti . Jadi ulasan saya ini – katakanlah lebih pada saling bertukar pengalaman saja. Belum tentu juga cerpen-cerpen saya bagus. Menjadi pengulas tentu lebih menyenangkan, bukan?

Nah, mari kita mengulas keempat cerpen di bawah ini. Saya, kok, merasa sedang duduk di kursi pesakitan, mendengarkan 4 orang bercerita tentang “tubin” alias “empat hari kemudian”. Sebagai pembaca, saya tidak diberi kesempatan untuk membangun imajinasi sendiri. Kalau dalam istilah kernnya: plese, don’t tell, but show!

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis Gol A Gong: Anda Jadi Penulis, Saya Histeris!

New normal disodorkan kepada kita. Pandemi Covid-19 berada di sekitar kita. Ketakutan dan bahaya. Tapi hidup harus terus berlangsung. Dan menulis adalah pelarian yang sempurna di kala kita “terkurung” sendirian di dalam kamar.

Gol A Gong yang sudah menulis 125 buku dan beberapa di antaranya best seller, disinetronkan dan difilmkan mengajak Anda untuk mengisi waktu dengan belajar menulis cerpen, essay, dan novel best seller secara online. Biayanya terjangkau.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Alhamdulillah, di Bulan Juli 2020 Kelas Novel Best Seller Tiga Angkatan dan Kelas Essay Mulai Diminati

Alhamdulillah, sungguh saya tidak menduga. Semoga ini berkah dari kesabaran selama mengsisolasi diri atau karantina mandiri di era pandemi Covid-19. Bayangkan, sejak 13 Maret 2020 saya tidak pergi ke mana-mana. Saya mencoba menyelami literasi digital. Akun media sosial saya mulai dari FB, Twitter, Instagram, Website, dan YouTube saya pelajari dan maksimalkan. Inilah dia era new normal.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cerimis dan Certalik Adalah Cerita Pendek di Era Pandemi Covid-19

Apa itu Cerimis? Samakah dengan Ceriwis? Tentu beda. Lantas apa? Cerimis adalah akronim dari Cerpen Dinamis. Lucu. Tidak apa-apa. Nama-nama di Kementerian juga lucu-lucu akronimnya, malah kadang suka bikin bingung. Ah, jangan terlalu serius. Kita harus ber-inovasi. Ini adalah fiksi di era new normal. Jangan sampai kehilangan sense of humor. Pandemi Covid-19 menunjukkan jalan itu. “Cerimis” adalah adaptasi literasi baca-tulis di era digital. Dengan karakter pembaca digital yang senang menyendiri, terburu-buru, cepat bosan, dan menginginkan cerita yang melibatkan dirinya, maka “Cerimis” adalah solusinya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis “Cerimis” ala Gol A Gong

“Cerimis”? Saya tertarik dengan kata itu. Aneh. Istilah apa itu? Oh, ternyata akronim dari “cerpen dinamis”. Gol A Gong di era pandemi Covid-19 ini beradaptasi dengan new normal, yaitu membuka “Kelas Menulis Online Cerimis di Era Digital”. Cuma dengan modal 50 ribu perak, kamu bisa belajar menulis “cerimis” alias cerpen dinamis! Dan dipandu langsung oleh Gol A Gong, penulis kawakan Indonesia yang sudah menulis 125 buku! Halo, ini bukan mimpi kan? Biasanya belajar menulis itu mahal banget, gaes.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5