Dari Novel Best Seller ke Film Layar Lebar

Kamu ingin bisa nulis novel, terus best seller, terus dibeli produser, terus dilayarlebarkan?Iya, aku pingin banget bisa nulis novel best seller. Piye carane? Kemudian difilmkan? OMG, mau banget! Ayo, buruan bergabung di:

Kelas Menulis Gol A Gong
secara online membuka:

Kelas Menulis Novel Best Seller
Khusus Februari 2021
Biaya Rp. 1,5 juta
Bonus novel Balada Si Roy
(sudah ongkos kirim)
Untuk 6 peserta saja
6X pertemuan
2 jam sekali pertemuan

Tertarik?
Daftar ke @tiastatanka
WA 0819 06311 007.
Segera pesan kursi.

Anda Jadi Penulis,
Saya histeris!
Arrrgggghhhhh!

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Ingin Bisa Menulis Novel Best Seller?

Penduduk Indonesia ada 260 juta jiwa. Ada berapa penulis novel yang novelnya masuk kategori best seller dan Difilmkan? Dimulai di era 1980-an ada nama Eddy D Iskandar, Ahmad Tohari, Mira W, Teguh Esha, Hilman, Arswendo Atmowiloto, Marga T, Habiburaahman El Shirazy, Andrea Hirata, Asma Nadia, Ahmad Fuadi. Pramoedya Ananta Toer, dan saya tentu.

Bagaimana novel saya yang berjudul Balada Si Roy bisa difilmkan padahal umurnya sudah 32 tahun? Episode pertama Balada Si Roy yang berjudul Joe tayang di majalah HAI pada 8 Maret 1988. Episode inilah yang akan difilmkan.

Ingin bisa menulis novel best seller dan difilmkan? Segera mendaftar ke Tias Tatanka di 081906311007. Dibuka kelas Januari dan seterusnya. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Ide Cerita Novel Best Seller

Saya mulai menulis secara profesional tahun 1981. Puisi pertama saya dimuat majalah HAI. Saya masih kelas 2 SMA di Kota Serang. Perasaan saya waktu itu melambung tinggi. Honornya dikirim lewat wesel pos, sebesar Rp. 3500,- Semangkok bakso harganya Rp. 250,- Saya bisa mentraktir 8 orang! Peristiwa yang membekas hingga sekarang.

Peristiwa-peristiwa seperti itu saya tulis di “buku harian” secara detail. Saya menyimpannya dan jadi kenangan yang indah di masa depan. Setelah saya kuliah di Fakultas Sastra UNPAD Bandung (1982-85) saya menemukan cara, bahwa resep menulis fiksi itu adalah : fakta plus jurnalistik (5W +1H) dan imajinasi (intrinsik plus soap opera convention). Dengan resp oplosan itu, alhamdulillah, saya bisa menulis 125 buku (novel, puisi, esai, cerpen).

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Antologi Cerpen Kritik Sosial Bersama Gol A Gong

Kelas Menulis Gol A Gong (KMGG) kini membuka “Kelas Antologi Cerpen Kritik Sosial” November 2020. Tias Tatanka selaku Menejer KMGG menjelaskan, “ini memenuhi permintaan orang-orang yang ingin karya cerpennya diterbitkan jadi buku bersama Gol A Gong.” Sejak Mei 2020, Gol A Gong dan istrinya – Tias Tatanka meluncurkan “Kelas Menulis Gol A Gong” secara online. Sambutan dari masyarakat luar biasa. Ada yang tertarik belajar di Kelas Esai, Kelas Cerpen, dan Kelas Novel Best Seller. Anda ingin bergabung? Segera mendaftar ke Tias Tatanka di 0819 06311 007.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Saat Pandemi Menyapa Cinta

Pandemi Covid-19 ini hampir melumpuhkan semua sendi kehidupan. Hal ini justru memberi inspirasi kepada 25 orang untuk menulis cerita pendek dengan latar cerita wabah itu. Alhamdulillah antologi cerpen “Saat Pandemi Menyapa Cinta” (Gong Publishing, Oktober 2020) ini selesai juga. Mereka tergabung dalam Kelas Menulis Cerpen Gol A Gong.

Proes pengumpulan cerpen ini sejak bulan Juli 2020. Mereka tertarik melihat antologi cerpen “Peti Mayat Koruptor” (Gong Publishing, 2019). Kemudian muncul ide menulis cerpen bertemakan pandemi Covid-19. “Editornya Ardian Je,” kata Tias Tatanka, PJ Antologi Cerpen.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis Online Gol A Gong Solusi di Era Pandemi Covid-19

Saat saya mendarat di bandara Cengkareng dari perjalanan Gempa Literasi di Kubu Raya dan Pontianak, Kalimantan Barat, awal Maret 2020, kenyataan yang harus saya hadapi: 4 kegiatan pelatihan saya dibatalkan karena lockdown atau work from home. Itu artinya dana untuk 2 bulan ke depan hilang. Saya berpikir keras: bagaimana caranya mencari uang halal untuk menafkahi keluarga! Kepada Allah SWT saya mengadu, “Saya tidak mau diberi label ‘penulis yang terdampak Covid-19’ dan mendapat bantuan dana dari pemerintah. Saya masih memiliki modal tubuh dan otak yang sehat. Beri saya solusi, ya Allah!”

Sambil menulis novel “Lelaki di Tanah Perawan”, saya bersama istri mencoba mengamati fenomena yang ada di Indonesia. Literasi digital! Sedang terjadi migrasi dari offline ke online. Semua sibuk wbinar denan zoom! Kami menemukan realita bahwa: ada 370 juta unit handphone beredar di Indonesia! Sedangkan jumlah penduduk 260 juta jiwa! Surplus! Pertanyaannya: digunakan untuk apa HP itu?

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5