Gerakan Membaca Koran di Indonesia

Saya memang sudah jarang membaca koran. Tapi sesekali tetap membaca. Apalagi jika sedang traveling, saya menyempatkan diri membaca koran lokal. Saya setuju jika sekarang orang-orang lebih suka membaca berita di media online, tapi saya juga sangat setuju jika media konvensional seperti koran dan majalah jangan sampai hilang. Itu sebab, saya ingin sekali Gerakan Membaca Koran terus digaungkan.

Baca Koran Sambil Nunggu Bupati

Sudahkah membaca pagi ini? Tim Safari Literasi Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI sedang menunggu untuk audiensi dengan Bupati Kabupaten Belu, NTT, Senin 3 April 2022. Polikarpus Do – Ketua Forum TBM NTT asik membaca Kupang Pos edisi pagi. Apakah Anda masih membaca koran saat menunggu bertemu seseorang?

Membaca Koran, yuk!

Selama Safari Literasi Duta Baca Indonesia – Perpusnas RI, Jawa-Bali-NTB-NTT sejak 18 Januari hingga 10 April 2022, saya tetap mencoba membaca koran lokal. Era digital memang tidak bisa kita halangi. Tapi kita tetap harus mencoba memperlambatnya.

Membaca koran bukan sekadar mencari informasi terbaru, tapi juga membantu perusahaan penerbitan agar tetap bertahan. Di balik koran yang kita baca, kita bisa menemukan banyak keluarga menggantungkan hidupnya di sana.

Tetap Baca Koran

Selama Safari Literasi Duta Baca Indonesia Jawa-Bali-NTB-NTT Januari-April 2022, saya tetap mencoba membaca koran lokal. Selain informasi di kota itu segera saya ketahui, juga menambah wawasan baru. Tentu ditemani teh panas atau secangkir kopi pahit.

Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami. Ingat: Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat.

#safariliterasi #dutabacaindonesia #golagong #hibahbuku #berdayadenganbuku #perpusnasRI #rumahdunia #safariliterasigolagong

Coba Cek, Masih Adakah Koran di Rumah?

Tiba-tiba status Pinto Janir – seniman dari Padang di 1 Januari 2022 ini mengganggu saya. Pinto mengajak warga Padang kembali membaca koran.

Mungkinkah ajakan Pinto itu utopia?Bisakah terwujud?Bisa.Jika kita niatkan bersama.
Ya, kita tahu literasi digital sudah menggurita. Indormasi bagai air bah, tak bsa lagi kita cegah. Kadang informasi itu berisi kebencian, fitnah, adu domba…

Tak Ada Koran dan Majalah, Platform Digital Juga Jadilah!

Novel terbaru Karya Gol A Gong di era digital ini, ketika majalah dan koran tidak menyediakan lagi halaman sastra dan penerbitan tiarap karena pandemi Covid-19, saya harus beradaptasi. Kini novel terbaru saya yang berjudul Lelaki di Tanah Perawan bisa dibaca di Storial.co. Linknya https://www.storial.co/book/lelaki-di-tanah-perawan-1   Inilah bentuk adaptasi saya. Terima kasih sudah bersedia membacanya.

Cerpen Jasmine di Republika Minggu

Sudah lama saya tidak menulis cerpen. Sekarang saya aktif menulis lagi untuk memotivasi para murid saya di Kelas Menulis Gol A Gong Online. Sebagai mentor menulis mereka, saya harus membuktikan bahwa saya memang penulis esai, puisi, cerpen, dan novel.

Saya menulis 3 cerpen di bulan Oktober 2020 ini. Cerpen Jasmine adalah jenis keluarga islami, Cerpen berikutnya berjudul Sarip temanya kritik sosial, dan Alergi adalah cerpen jenis absurd (metafora).

Saya memang selalu menulis cerpen dengan beragam jenis. Alhamdulillah, Minggu 22 November 2020, cerpen saya yang berjudul Jasmine dimuat di koran Republika. Selera Republika memang ke jenis keluarga islami.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)