Ditulis Februari 1998, menjelang jatuhnya rezim Orde Baru, puisi ini menjadi saksi bisu dari situasi Indonesia kala itu: krisis moneter, PHK massal, kelangkaan barang pokok, dan keresahan sosial. Gol A Gong memotret realitas itu dengan lembut tapi menusuk.
Bayi Reformasi dalam Puisi

