Ayo, nulis lagi ke www.sippublishing.co.id/literasip. Jika belum tayang, jangan patah semangat. Terus menulis. Pelajari cerpen-cerpen dan puisi-puisi yang sudah tayang.
Media Sastra Online Sip Publishing Sudah Edisi 98

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Ayo, nulis lagi ke www.sippublishing.co.id/literasip. Jika belum tayang, jangan patah semangat. Terus menulis. Pelajari cerpen-cerpen dan puisi-puisi yang sudah tayang.

Suatu pagi ketika Kang Wasmad bangun dari tidur ingin melaksanakan salat subuh, peci yang biasa ia pakai bahkan saat tidur tiba-tiba menghilang tanpa bekas sehelai benang pun. Kang Wasmad pun panik tidak karuan, mencari di segenap sudut rumahnya, sampai seluruh desa ia kuliti tapi tidak menemukan peci pemberian gurunya tersebut.

Tak lama, ayah datang ke rumah nenek untuk menjemput kami bertiga. Tapi, tidak ada ibu. Kata ayah, ibu sedang keluar dulu. Aku dan dua adikku ikut dengan ayah pulang. Namun, tampak ada beberapa tetangga berkerumun di depan rumah kami.

Ruang LiteraSIP dari Banyumas untuk Sastra Indonesia