Oleh-oleh Enam Buku dari Ombudsman RI

Saya senang sekali ketika diundang jadi pembedah buku Kisah Seorang Pionir – Sepuluh Tahun Memandu Ombudsman Bali karya Umar Ibnu Al-Khattab di gedung Ombudsman Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta 13 Juli 2022. Apalagi ketika pulang, saya diberi hadiah plakat dan 6 buku karya para pegawai Ombudsman.

Muhammad Syarif Bando sebagai Kepala Perpusnas RI mewanti-wanti kepada seluruh Kepala Daerah atau pimpinan OPD, agar di setiap acara tidak sekadar memberi hadiah plakat tapi juga hadiah buku.

Gol A Gong: Buku Seorang Pionir Karya Umar Ibnu Al-Khattab Layak Diperbanyak

Saepurrohman – Wartawan golagongkreatif.com

Gol A Gong dan Rudi Rustiadi mengajak saya dan Naufal untuk ikut ke Jakarta, tepatnya ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) untuk menghadiri bedah buku tentang seorang pionir Ombudsman Bali.

Kami berangkat tepat pada pukul 05.40 WIB. Bukan tanpa alasan berangkat pagi, sebab menghindari kemacetan ibu kota. Walaupun berangkat pagi, kami tetap merasakan kemacetan Jakarta. Sejak di daerah Kebon Nanas, tanda-tanda kemacetan sudah terasa, terus hingga ke Tomang.

Umar Ibnu Alkhatab Menulis Kisah Seorang Pionir, 10 Tahun Memandu Ombudsman Bali

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Siapa yang tidak mengenal kutipan di atas? Jika dia seorang penulis (pemula juga tidak apa) pasti tahu siapa yang mengatakan itu. Ya, Pramoedya Ananta Tour. Rupanya itu terasa sekali dengan apa yang dilakukan oleh Umar Ibnu Alkhatab, mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali 2012-2022. Purnawan Basundoro, sobat dekatnya, menulis di Kata Pengantar, “Para pejabat publik yang telah selesai menjalankan tugasnya sebisa mungkin mengikuti jejak Umar, yaitu menuliskan pengalamannya dalam menjalankan tugas dan menerbitkannya jadi sebuah buku.”

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)