Secara psikologis, Timnas kita di baah tekanan. Sedangkan Timnas China sangat diuntungkan. Mereka punya filosofi, “Boleh kalah sama Aussie dan Japan tapi tidak kalah oleh Indonesia.”
Cakrawala 38: Butterfly Effect Timnas Bola Indonesia

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Secara psikologis, Timnas kita di baah tekanan. Sedangkan Timnas China sangat diuntungkan. Mereka punya filosofi, “Boleh kalah sama Aussie dan Japan tapi tidak kalah oleh Indonesia.”

Tadi kalah dengan China. Tentu kecewa. Tapi, wasit sudah cukup adil dan pemain kita sudah all out. Saya lihat, pemain timnas China memiliki motivasi yang …

Mohon maaf, kepada teman-teman yang tidak pernah bersimbah keringat di lapangan demi bangsa dan negara untuk 1 cabang olahraga, mari kita doakan timnas kita agar menang. Jika menang, kita syukuri dan apreasiasi. Jika kalah, kita dorong lagi agar tetap semangat. Kita tidak perlu jadi mendadak ahli kemudian nyinyir atau sinis kepada para pemain dan pelatih jika belum pernah berlomba di lapangan demi bangsa dan negara.

Itulah kenapa saya mendukung Timnas Sepakbola Indonesia agar lolos ke ajang Piala Dunia 2026. Naturalisasi adalah solusi terbaik untuk memberantas praktik-praktik kotor di sepakbola Indonesia. Itu sementara. Nanti PSSI akan membenahi yang lainnya.

Sejak Timnas Indonesa ditangani STY, saya kembali demam bol. Seteah lolos ke ronde ketiga Piala Dunia 2026, kini ada Piala Eropa 2024 di Jerman. Begadang lagi!

Dunia sepakbola kita akan bergejolak, bergelora, dan menuju naik kelas ke elit Asia. Jika Ketua Umum PSSI-nya tidak memiliki wawasan global, maka yang terjadi akan chaos.

Tiga poin untuk Timnas Indonesia terwujud. Vietnam yang berada di peringkat ketiga tidak bisa mengejar poin Timnas Indonesia. Timnas Indonesia melaju ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Membuka peluang untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Pro dan kontra Timnas Indonesia. Local pride dan naturalisasi. Sepakbola kungfu soccer. Begitulah kita. Belum lagi mafia bola, pengaturan skor, pemain titipan, dan PSSI yang diurus oleh bukan ahlinya.

Austrlia digilas 1-0 dan kini Jordania 4-1. Andai saat melawan Qatar wasitnya “netral”, timnas Indonesia U-23 pasi bisa menang atau imbang!

Saat muda, sekitar 1985, saya pernah jadi striker kesebelasan sepakbola Jawa Barat untuk Pekan Olahraga Nasional Penyandang cacat. Kami menyabet medali emas mengalahkan kesebelasan Jawa Timur.

Harapan melihat Timnas Indonesia U-23 mengalahkan tuan rumah Qatar di Piala Asia U-23, pupus sudah Kita semua merasa sudah dirampok oleh wasit, yang kinerjanya sangat buruk dan ada dugaan kuat berpihak kepada tuan rumah.

Apalagi di babak kedua, baru berjalan beberapa saat, Ivar Jenner dikartumerahkan wasit dari Tajikistan, Nasrullo Kabirov. Mestinya wasit melihat VAR seperti yang dilakukannya ketika mengkartumerahkan Samata Ramadhan.

Sistem kompetisi harus diperbaiki, berjenjang tentu. Korupsi dihilangkan, sehingga keluarga Indonesia gizinya meningkat. Di daerah, Stadion standar FIFA harus banyak dibangun. Di kampung saya saja, Banten International Stadium contoh nyata buruknya pemerintah daerah dalam mengelola keuangan.

Jay Idzes adalah pemain sepak bola profesional berkebangsaan Indonesia yang bermain untuk sebagai bek tengah atau gelandang bertahan untuk klub Serie B, Venezia dan tim nasional Indonesia. Kakek da nenek dari ibunya orang Jakarta. Dia pulang sebagai orang Indonesia yang ingin membela Indonesia.

Coach Indra mengaku, pada tahun 2022, orang pertama yang mencari pemain-pemain ke Belanda seperti Ivar, Justin, dan lain sebagainya, Jadi dia senang melihat perkembangan timnas Indonesia sekarang.

Kemenangan Timnas sepakbola kita menggilas Vietnam 1-0 dan 3-0 menghibur kita di saat Harvey Moeis diduga korupsi Rp. 271 Trilyun. Sepakbola kita naik kelas. Positif iklimnya. Jika ada yang nyinyir atau kontra, tidak apa-apa. Semoga metode naturalisasi ini memotivasi bibit-bibit muda pesepakbola Indonesia untuk maju, meningkatkan skill mereka. Dan PSSI memperbaiki ekosistem sepakbola kita.

Timnas Sepakbola Indonesia naik kelas. Terbukti ketika bertanding dengan Vietnam di kualifikasi Piala Dunia 2026, digilas 4-0!