Public United No Kingdom aias PUNK. Artinya kira-kira anti kemapaan. Lahirya di Inggris di era 1970-an saat tumbuh generasi yang menolak perang, menolak primordial, menolak yang sifatnya status quo.
Polisi Oh Sukatani Oh Bayar Bayar Bayar

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Public United No Kingdom aias PUNK. Artinya kira-kira anti kemapaan. Lahirya di Inggris di era 1970-an saat tumbuh generasi yang menolak perang, menolak primordial, menolak yang sifatnya status quo.

Jika kita kuat maka kita ingin berkuasa atau yang lemah. Jika kita kaya maka yang miski harus menurut. Jika kita punya kursi yang lebih tinggi maka yang bawah harus tunduk. Itulah hegemoni, yang sedang terjadi di negeri ini.

Sukatani lahir dari semangat bermusik vokalisnya, Ovi a.k.a Twister Angle, yang dulunya merupakan buruh sekaligus anggota band di Purwokerto. Meski kesehariannya disibukkan dengan pekerjaan, gairahnya terhadap musik tak pernah padam. Lirik-lirik yang ia tulis selalu sarat makna, menyoroti ketimpangan sosial dan kegelisahan rakyat kecil.

Secara definitif punk berasal dari singkatan “Public United Nothing Kingdom” yang artinya sekumpulan anti peraturan kerajaan. Punk merupakan gerakan perlawanan terhadap musik yang sudah mapan pada tahun 1960-an.

Band punk Sukatani dipersilakan untuk mengedarkan lagu mereka di semua platform digital. Meskipun demikian, Artanto mengimbau agar band Sukatani juga melihat sisi positif dari kepolisian. Menurutnya, masih banyak anggota polisi yang berbuat baik ketimbang mereka yang melakukan tindakan negatif.

Pihak SD IT Mutiara Hati mengonfirmasi keputusan tersebut dengan alasan bahwa Novi dianggap telah melanggar kode etik yayasan. Keputusan pemberhentian ini diambil setelah diketahui bahwa Novi berperan sebagai vokalis band Sukatani. Mungkin joget-joget ala punknya saat di panggung itu dianggap tidak pantas bagi seorang guru padahal kostumnya tertutup.

Namun, memang sangat disesalkan, mereka kemudian meminta maaf dan menghapus lagu tersebut dari platform musik karena tekanan dari pihak berwenang. Kejadian ini memicu perdebatan tentang kebebasan berekspresi dan sensor di Indonesia. Mereka diduga diintimidasi oleh oknum polisi.