Harapan para pelaku budaya, pegiat seni, dan penikmat seni membutuhkan ruang seperti festival ini agar karya-karya mereka ada yang mengapresi.
Festival Bale Nagi 2024: Oase Hiburan Masyarakat Flores Timur

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Harapan para pelaku budaya, pegiat seni, dan penikmat seni membutuhkan ruang seperti festival ini agar karya-karya mereka ada yang mengapresi.

Buku berjudul RASA ( Ragam Kuliner Sumatera Utara) adalah pengecualian . Buku terbitan Badan Penghubung Daerah Provinsi Sumatera Utara adalah hal baik yang perlu ditiru daerah lain. Kita bisa tahu aneka ragam kuliner daerah tersebut.

Sarasehan tersebut mengingatkan generasi muda Flores Timur tentang perjuangan dan pengorbanan Herman Yoseph Fernandez hingga layak disebut pahlawan.

Dua film yang mengambil latar Flores Timur, sangat inspiratif khususnya bagi tetamu yang hadir dari kalangan anak muda dari pelbagai komunitas yang ada di Flores Timur

Setiap ada pameran, di stand-stand UMKM selalu ada produk. Kepada para pejabat dari instansi terkait, beli produknya agar berkembang.

Yakobus Gowing Sogen sebagai pendoa yang menjadi fokus bahasan dalam buku ini adalah seorang pendoa yang telah berusia lanjut . Yokobus Gowing Sogen yang lahir tahun 1924 usianya kini 100 tahun atau satu abad tentu dengan usia seperti itu perlu ada regenerasi.

Kata Pati Herin, “Generasi muda Flores Timur sesungguhnya memiliki potensi untuk bisa lebih hebat daripada generasi kita. Tapi untuk meraih mimpi, butuh keberanian mencoba.”

Zaeni Boli – wartawan golagongkreatif.com Ternyata bukan hal mudah memasuki dunia anak. Kita perlu menyelam lebih dalam masuk ke dunia anak. Anak tak suka terlalu …

Di hari kedua, 5 Maret 2024, sebagian besar penulis telah menyelesaikan tugas Penulisan Cerita Anak, sebagian lagi mesti melanjutkan esok harinya sampai sebelum kembali ke tempat masing masing nantinya.

Di NTT terjadi keberagaman seperti yang terdapat di Alor yang memiliki lebih dari 20 bahasa berbeda dalam satu kabupaten saja .

Menulis cerita anak dengan kekayaan daerh oleh anak-anak. Pelatihan ini untuk persiapan lomba menulis cerita anak oleh anak.

Pada garapan kali ini BSM mencoba menggandeng Rumah Rindu untuk bisa berkolaborasi. Anak-anak Rumah Rindu sendiri didampingi gurunya, Martin Kabellen.

Para penulis yang mengikuti lomba penulisan cerita anak NTT akan diberi pelatihan oleh Kantor Bahasa NTT.

Hal ini juga disampaikan oleh pandu budaya lainnya, Vitus Pehan, yang melihat betapa paradoknya sebuah perayaan kebudayaan di daerahnya. Setiap perayaan dibutuhkan bahan-bahan yang tak lagi tumbuh di desa tempat perayaan berlangsung. Justru bahan-bahan tersebut hasil dari membeli.

Taman kota itu milik publik. Kita bisa memanfaatkannya untuk ruang ekspresi. Itu akan mewarnai sebuah kota sehingga muncul iklim berkarya.

Kenangan guru untuk murid-muridnya bisa berupa buku. Itu cara termudah dan murah agar ikatan batin guru-murid tetap terjalin.
Anak-anak sekolah harus terus ditemani dan didorong untuk semangat belajar. Dengan cara begitu, potensi merea akan muncul dan melejit.