Oleh: Naufal Nabilludin
Di zaman yang penuh distraksi seperti sekarang ini, menjaga fokus saat belajar atau bekerja menjadi sebuah tantangan besar. Ini yang sering saya alami, merasa sulit fokus di tengah tumpukan tugas yang banyak. Rasanya seperti tidak pernah punya cukup waktu, tapi di saat yang sama, waktu juga sering terbuang untuk hal-hal yang tidak produktif seperti scrolling media sosial.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ada satu teknik sederhana yang bisa membuat saya fokus dalam mengerjakan sesuatu, yaitu teknik Podomoro.

Apa Itu Teknik Pomodoro?
Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dikembangkan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Nama “Pomodoro” berasal dari kata Italia yang berarti “tomat,” terinspirasi oleh timer dapur berbentuk tomat yang digunakan Cirillo saat menciptakan metode ini.
Teknik Pomodoro ini sangat sederhana. Intinya, kita bekerja atau belajar dalam interval fokus singkat (biasanya 25 menit), kemudian diselingi istirahat pendek (5 menit). Setelah beberapa kali pengulangan, kita bisa istirahat lebih lama, sekitar 15–30 menit.
Iya, sesederhana itu. Tapi justru di situlah letak kehebatannya. Metode ini melatih otak kita untuk tetap fokus tanpa merasa lelah berlebihan. Dengan teknik ini, kita bisa mengatasi kelelahan, meningkatkan konsentrasi, dan bekerja lebih produktif.
Begini Cara Menerapkan Teknik Podomoro
- Mulai dengan Tugas yang Jelas
Sebelum mulai, saya selalu menulis daftar tugas. Apa yang benar-benar harus saya selesaikan hari itu? Saya menyadari bahwa saya tidak bisa multitasking—saya hanya fokus pada satu tugas selama sesi Pomodoro. - Atur Timer Selama 25 Menit
Ini kuncinya. Saya menggunakan aplikasi timer di handphone, dan selama 25 menit itu, saya bekerja dengan penuh konsentrasi. Tidak ada scrolling Instagram, tidak ada balas chat, tidak ada “sebentar buka YouTube dulu.” - Nikmati Istirahat 5 Menit
Ketika timer berbunyi, saya berhenti. Saya biasanya berjalan-jalan sebentar, minum air, atau sekadar mengatur napas. 5 menit ini penting banget untuk mengisi ulang energi. - Ulangi
Setelah 4 sesi Pomodoro (total sekitar 2 jam), saya istirahat lebih lama, biasanya 20-30 menit. Saya gunakan waktu itu untuk hal-hal yang menyenangkan, seperti mendengarkan musik atau nonton youtube.
Kenapa Teknik Ini Bekerja untuk Saya?
Saya rasa, salah satu alasan terbesar kenapa Teknik Pomodoro bekerja dengan baik adalah karena metode ini membantu saya berdamai dengan keterbatasan waktu dan energi.
Teknik Pomodoro mengajarkan saya bahwa istirahat itu penting—dan bukan sekadar malas-malasan, tapi bagian dari strategi produktivitas.
Selain itu, teknik ini juga membantu saya melawan prokrastinasi. Ketika saya tahu bahwa saya hanya perlu fokus selama 25 menit, tugas-tugas besar terasa lebih ringan. Saya tidak lagi merasa kewalahan dengan pekerjaan yang tampaknya “tidak ada habisnya,” karena saya hanya perlu fokus pada potongan kecilnya.
Coba Podomoro Sekarang!
Apakah kamu sering juga merasa terganggu oleh notifikasi, kehilangan fokus setelah beberapa menit, atau kewalahan dengan tugas yang tampaknya tak ada habisnya? Jika iya, teknik Pomodoro bisa menjadi solusi sederhana namun efektif untuk membantu kamu tetap fokus, produktif, dan terhindar dari kelelahan mental.



