“Sekolah Karawitan di Indonesia hanya ada tiga. Yaitu di Jawa Barat, Padang Panjang, dan di Solo. Kalau sekarang mungkin setara dengan D1,” Kang Asput = sapaan akrabnya, mulai berkisah.

Mnurut Kang Asput menjadi komposer musik itu sudah muncul saat di SMKI. “Tapi saya belum serius,” sambungnya.
Geliat menjadi komposer muncul lagi di tahun 2000 dengan judul Wisata Pandeglang. Kemudian pada tahun berikutnya lagu Pandeglang Berkah tercipta dengan lirik Sunda.

Pada tahun yang sama Kang Asput membuat lagu berduet dengan Bupati Pandeglang saat – Ahmad Dimyati Natakusumah. Judul lagunya sama, yaitu Pandeglang Berkah.
“Untuk prestasi, alhamdulillah, banyak Bapak raih. Tapi hilap mun kedah disebatkeun sadayana mah,” Kang Asput tertawa. Dia lupa menyebutkannya satu persatu.

Lagu dengan Judul Sultan Ageng Tirtayasa pada 2019 masuk dalam Kategori 10 besar terbaik di acara Parade Lagu Daerah Tingkat Nasional ke-36 TMII Jakarta.
Kemudian Pembuatan Mini album dengan tema Lagu tentang Kawasan Wisata Pandeglang yang isinya enam lagu. Pandeglang Berkah, Situs Tilu Gunung, Pamandian Cikoromoy, Cisolong, Tanjung Lesung, Situ Cikedal.
Kang Asput juga menyerahkan lagu dengan Judul “Batik Pandeglang” kepada Bu Irna Narulita selaku Bupati Pandeglang. Karya ini disambut baik oleh tataran pemerintahan dan warga Pandeglang.

“Tah, eta. Sementara yang Bapak hafal ngan sakitu wungkul, lebih jelasna bisa naros kanu putra bapak ka Dika,” Kang Asput menyebut raihan prestasinya. Saran Kang Asput, jika ingin lebih jelas, bertanya saja kepada putranya – Dika.



Keren.. banyak karya dan tokoh seni yg harus di apresiasi dan di publikasikan data nya seperti ini agar khalayak luas tau betapa potensi nya Orang Banten. Dan semoga pemerintah melek bahwa seni dan budaya adalah nilai luhur yg harus selalu di jaga dan di lestarikan selalu.
Wilujeng..
Dirgahayu Provinsi Banten nu ka-22