Oleh: Muanah – Peserta Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 41
Serang, 23 Februari 2025 – Bertempat di Masjid Nurul Falah, Lingkungan Tembong Masjid, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, masyarakat menggelar tradisi Tutup Buku dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.
Tradisi Tutup Buku ini adalah sebuah acara penutupan pengajian yang telah menjadi bagian dari budaya turun-temurun. Tradisi ini diikuti oleh berbagai kelompok pengajian, mulai dari kalangan pemuda, ibu-ibu, hingga bapak-bapak, sebagai wujud persiapan spiritual menyambut bulan suci.

“Acara Tutup Buku ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu dan menjadi budaya turun-temurun dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini memperkuat spiritualitas serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi. Semoga tradisi ini terus dibudayakan oleh setiap generasi,” ujar Abah Kamsin, sesepuh Kampung Tembong Masjid.
Sehari sebelum acara Tutup Buku, masyarakat mengawali rangkaian kegiatan dengan ziarah kubur. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para leluhur serta harapan akan keselamatan keluarga. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan hadorot, pembacaan Yasin, dzikir, sholawat Nabi, dan doa bersama.
Selain itu, jamaah juga mengulang niat-niat penting menjelang Ramadhan yang dipimpin oleh Ustaz Sanusi, guru ngaji di Masjid Nurul Falah. Beberapa niat yang diulang di antaranya adalah niat puasa, berbuka puasa, salat tarawih, dan qadha puasa.
Pada puncak acara, para ibu membawa aneka makanan khas kampung untuk disantap bersama setelah kegiatan pengajian. Momen kebersamaan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai keagamaan serta budaya lokal yang diwariskan oleh para pendahulu.
Dengan adanya tradisi Tutup Buku, masyarakat Kampung Tembong Masjid tidak hanya memperkuat keimanan dan ketakwaan, tetapi juga menjaga kelestarian budaya yang telah menjadi bagian dari identitas mereka.
Acara ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan dengan penuh kebersamaan.



