Pengurus PGRI Kabupaten Flores Timur, bersama Tim Edukasi yang memberikan pendampingan trauma healing diantaranya, Maria Natalia Ana Yusti, Sofi Kean, Novi Djadi, dan Agnetis Da Noa.

Kehadiran Tim Edukatif PGRI Flores Timur disambut gembira anak anak dan juga orang tua di lokasi pengungsian. Mereka bergegas berkumpul bertemu dengan Tim Edukatif PGRI Flores Timur.

Ibu Maria Natalia, Sofi Kean, Novi Djadi dan Agnetis Da Noa, memperkenalkan diri, bertanya kabar di anak-anak dan mengajak bermain bersama. Anak -anak diajak untuk menari, bernyanyi, dan mendongeng.

Maria Natalia mengatakan, trauma healing menjadi kegiatan yang perlu perhatian serius dan menjadi prioritas bagi anak-anak di lokasi pengungsian. Trauma healing akan menciptakan kegembiraan dan mengurangi rasa cemas, takut, kepanikan dan gangguan psikologi lainnya.

” Trauma healing akan menciptakan kegembiraan dan mengurangi rasa cemas, takut, kepanikan dan gangguan psikologi lainnya. Kegiatan ini mesti menjadi prioritas perhatian kepada anak-anak di pengungsian. Sudah banyak bantuan secara materi kepada korban bencana alam. Hal yang perlu menjadi perhatian ekstra adalah trauma healing bagi anak-anak,”kata Maria.


