Tak lama dari pintu masuk gerbang, akhirnya kami tiba di puncak Mangunan. Di atas puncak ini udaranya dingin. Namun sayang sekali, kami datang di waktu yang tidak tepat, ya. Kami datang di saat cuaca cerah sekali, padahal jika melihat dari social media tempatnya diselimuti oleh kabut tebal, yang menjadikannya aesthetic. Tapi tidak apa-apa, kami masih bisa menikmati pemandangannya yang indah, bisa melihat sunrise yang indah.

Setelah melihat sunrise, kami sarapan pagi, Accordion memesan indomie kuah dan air putih, begitupun dengan Kharis, juga memesan yang sama dengan Accordion. Saya hanya memesan segelas kopi hangat.
Sungguh nikmat memandangi alam ciptaan yang Maha Kuasa, tidak bisa dinilai keindahannya dengan kata-kata, apa lagi sambil ditemani secangkir kopi yang menyegarkan pikiran dan menghangatkan hati.

Oke, jadi ini pengalaman pertamaku explore ke tempat wisata alam yang ada di Jogja. Setelah dari Mangunan, kami berpindah tempat wisata. Yang kami tuju yaitu hutan pinus. Di hutan pinus kami menikmati udara segar, diiringi suara lantunan burung yang merdu, ditambah angin sepoy-sepoy, sungguh nikmat sekali. wisata kedua hutan pinus,

Menurut Kharis, “Ini wisata yang bener-bener bikin saya nyaman, karena adem nyaman sejuk tenang cocok untuk kita yang ingin me time melupakan masalah hidup.”Hutan pinus tempatnya cocok untuk mengerjakan tugas atau kerjaan sambil santai. Aesthetic juga tempatnya untuk foto-foto, lumayan buat mem-perbagus feeds di instagram, hahaha.

Setelah dari hutan pinus, kami berpindah tempat lagi, Tujuan kami sekarang ke laut Bekah. Kami tidak prepare sama sekali, hanya membawa uang 20K saja di kantong, mau gak mau kami harus survey bagaimana caranya agar bisa ke sana dan bisa kembali pulang. Kami terobos saja, meskipun uang pas-pasan, karena menurut kami pengalaman tidak bisa diulang kembali. Dengan modal nekat, kami terus melanjutkan perjalanan kami, di perjalanan sinar matahari menyorot ke kulit dengan panas sekali, di perjalanan pun kami kehausan, mau beli minum mikir-mikir terlebih dahulu, takutnya ketika membeli minuman tiba-tiba bensin motornya habis nanti repot. Kami harus menahan haus dan lapar demi sampai ke tempat tujuan.

Jarak dari hutan pinus ke laut bekah sekitar 30-40 km, ya 1-2 jam-lah. Di perjalanan menuju laut Bekah sangat menegangkan dan seru, karena jalanannya penuh batu dan naik turun, belok-belok. Ketika sudah dekat ke tempat tujuan, kami hampir jatuh ke jurang, karena jalanannya penuh bebatuan dan turunan yang sangat curam. Kami pun sempat nyasar. Butuh effort banget deh ke laut Bekah.

Sesampainya di laut Bekah, perjalanan kami pun terbayarkan oleh pemandangannya. Rasanya seperti Bali di Jogja, ombaknya indah ketika menabrak tebing.
Menurut Kharis, “Wsata ketiga yang ngebuat aku kaget yakni laut Bekah. Lokasinya jauh di ujung dataran rendah Jogja, melewati pedalaman desa yang cukup kecil jalannya. Tapi ,ketika sampai, wow, tempat tersebut seperti surganya dunia. Menurutku, jiwa merasa tenang melihat ombak dan tebing yang tinggi. Aku ingin pergi ke sana lagi. Sayangnya jauh dari warung-warung kecil untuk membeli kebutuhan makan atau minum.”

Buat saya, tmpat ini rekomendasi untuk anak muda sih. Apalagi kalau kalian orang Jogja. Sayang kalau tidak kesini. *
Jordy Al Ghifari


