Ulasan Komang Sujana tentang Buku Aku dan Duta Baca

Satu bukti nyata Gol A Gong telah dua kali bertandang ke kota saya di Singaraja, Bali Utara. Berkolaborasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng, Ia bersama tim mengadakan safari literasi ke sekolah-sekolah, kampus Undiksha, dan Komunitas Mahima–komunitas literasi di Bali Utara yang didirikan oleh Kadek Sonia Piscayanti, sastrawan dan pegiat literasi, yang bergiat di bidang literasi sastra, jurnalistik, seni dan budaya.

Pelatihan menulis yang diadakannya terbukti mampu memantik semangat belajar para penulis pemula. Safari literasi Gol A Gong tahun 2022 di Singaraja menghasilkan buku Bidadari Bumi dan Cerita Lainnya (Perpusnas Press, 2023). Sepertinya tak lama lagi akan terbit satu buku hasil pelatihan menulis pada lawatannya yang kedua tanggal 25 April 2024 di Hotel Banyualit di Singaraja. Saat itu 20 penulis dari unsur siswa SMP, SMA, guru, pustakawan, dan dosen di Buleleng diundang DAPD Kabupaten Buleleng untuk mengikuti pelatihan menulis konten potensi lokal Kabupaten Buleleng yang dimentori langsung oleh Gol A Gong.

Akankah Gol A Gong bersafari literasi lagi ke Singaraja? “Nanti tiga kali pas musim durian,” katanya. Seperti ia tulis di kolom komentar akun facebook resminya, Heri Harris Golagong, tanggal 21 Oktober 2024, membalas komentar saya atas unggahannya tentang ucapan terima kasihnya kepada Perpusnas
RI dan Perpusnas Press, serta para penulis yang telah mendukung penerbitan buku Aku & Duta Baca.

Saya jadi berharap SMP Negeri 2 Sawan sekolah tempat saya mengajar di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, menjadi salah satu destinasi safari literasi Gol A Gong nanti. Semoga saja. Tak bisa dibayangkan bagaimana antusias anak-anak saya menyambut dan menyimak cerita langsung seorang Duta Baca Indonesia.

Sebagaimana salah satu harapan yang saya tuangkan pada buku ini yaitu duta baca agar memotivasi bahkan mendesak pemangku kebijakan agar menggalakkan kembali praktisi masuk sekolah (hal. 198). Kehadiran pegiat literasi, penggiat teater, sastrawan, dokter, pelaku UMKM, dan yang lainnya di sekolah akan memberikan nuansa belajar yang tak biasa. Saya yakin cerita-cerita mereka ibarat bunga warnawarni yang memperindah taman belajar anak-anak. Gerakan literasi sekolah akan semakin menyala.

Kembali ke standar duta baca, saya rasa lima pilar duta baca ala Gol A Gong itu layak diadaptasi oleh guru. Pendidikan adalah sektor strategis dalam peningkatan budaya baca dan literasi. Menumbuhkan kegemaran membaca dan menulis adalah bagian dari tugas seorang guru. Tak salah jika Gol A Gong kerap berkunjung ke sekolahsekolah dalam setiap kegiatan safari literasinya. Kedatangannya menularkan virus membaca dan menulis bertujuan menjaga nyala api literasi anak-anak dan tentu guru-guru tak sampai padam bahkan semakin berkobar.

Di lingkungan sekolah, gurulah sejatinya sosok yang paling ideal menjadi perpanjangan tangan duta baca. Maka dari itu, guru abad ke-21 sudah seyogianya aktif bergiat di komunitas, paling tidak aktif berbagi tantangan dan praktik baik pembelajaran di komunitas belajar (kombel) sekolah masing-masing. Alangkah baiknya lagi bisa berbagi sudut pandang di komunitas literasi di luar sekolah. Ini akan memperkaya pengetahuan dan menjadikan guru lebih produktif. Saya telah merasakannya setelah bergiat di Komunitas Mahima serta pada beberapa kesempatan ikut mencuri dengar obrolan para penulis tatkala.co.

Sebagaimana duta baca, guru wajib punya program belajar dan mengajar yang jelas agar dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Pada akhirnya komitmen yang kuat untuk terus belajar mengisi diri akan menjadikan guru punya banyak kesempatan melahirkan karya. Karya inilah yang nantinya dapat membangun citra diri yang positif (personal branding) sehingga dapat menginspirasi anak-anak. Tak cukup sampai di situ, guru pun sepatutnya punya jejaring yang luas. Kesempatan saling berbagi hal baik akan semakin lebar yang pada akhirnya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas literasi anak-anak di sekolah.

Baca info lengkap Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia masuk ke sekolah-sekolah di sini.

Nah, cukup sampai di sini dulu saya bercerita tentang buku Aku & Duta Baca. Masih ada beberapa cerita menarik dari pegiat literasi yang belum saya baca. Saya wajib menuntaskannya. Sebab setumpuk dosa literasi masa lalu saya, kata Benny Arnas, penulis epilog buku ini, harus dibayar dengan terus membaca dan menulis. (*)

TENTANG PENULIS: Komang Sujana dilahirkan di Desa Tajun, Buleleng, Bali, 28 Desember 1990. Di sela-sela aktivitasnya mengajarkan bahasa Bali di SMPN 2 Sawan, Buleleng, Bali, ia terus belajar menulis puisi dan esai. Buku puisi Bali modern yang telah terbit: Cangkit Dén Bukit (Mahima, 2023), Renganis (Pustaka Ekspresi, 2024). Beberapa tulisannya dimuat di tatkala.co. Ia aktif bergiat di Komunitas Mahima. Instagram
@komangsujana28

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==