Surat dari Qatar: Jangan Takut Ambil Resiko Saat Merantau

Qatar

            Resiko yang lebih besar ketika aku memutuskan merantau ke Qatar.

            Biasanya orang yang mendapatkan pekerjaan ke Qatar tidak langsung resign dari pekerjaannya di Indonesia. Mereka hanya mengambil cuti panjang.

            Niatnya kalau tidak betah tinggal resign dari Qatar dan kembali bekerja di Indonesia.

            Dan benar saja, ternyata ada beberapa kasus orang yang harus dipulangkan dari Qatar.

            Sebelum sah menjadi karyawan sebuah perusahaan, Di Qatar atau negara Timur Tengah lainnya ternyata ada tes kesehatan lanjutan yang berbeda dengan di Indonesia.

            Walaupun di Indonesia seorang calon karyawan yang akan berangkat ke Timur Tengah sudah lolos tes kesehatan sesuai dengan ketentuan perusahaan, tapi itu bukan jaminan.

            Tes yang lebih lengkap dan lebih detail yang biasanya menjadi penghalang.

            Hal ini pula yang menyebabkan beberapa orang memilih untuk sekadar cuti saja.

            Kondisi aku berbeda.

            Aku waktu itu sudah benar-benar tawakal dan pasrah saja.

            Aku juga percaya diri karena tidak merokok.

            Itu kadang menjadi momok untuk calon perantau ke Timur Tengah. Entah karena kondisi paru-parunya berbeda atau mereka dianggap memiliki risiko kesehatan yang lebih besar dibanding yang bukan perokok.

            Aku tidak menyarankan untuk mengambil langkah tadi itu, karena menurutku walaupun itu sah-sah saja, tapi tidak elok secara etika jika alasannya hanya sekadar tidak betah.

            Ketika perusahaan di Timur Tengah sudah susah payah mengeluarkan biaya untuk merekrut karyawan, tentunya akan menjadi kerugian besar jika hanya sebulan dua bulan saja karyawan itu resign dengan alasan yang konyol.

            Siap merantau artinya harus siap menanggung risiko.

            Jangan terlalu paranoid sehingga kita tidak kunjung memutuskan untuk berangkat atau tidak, tapi juga jangan terlalu nekat hanya bermodal keberanian.

Semua pilihan di dalam hidup ini pasti ada risikonya.

            Jangankan merantau beda negara, sekadar merantau ke beda provinsi saja berisiko.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==