Saya ingat kata-kata Mas Golagong waktu berjumpa pertama kali di Surabaya. “Apa yang kamu petik hari ini adalah yang kamu tanam belasan tahun lalu.” Kurang lebih begitu yang ia katakan. Saya yakin, apa yang Mas Gong sampaikan pada saya adalah refleksi dari pengalaman hidupnya sendiri.

Dulu, saya bela-belain berjumpa beliau di UIN Sunan Ampel waktu acara bedah bukunya. Sekelar acara, saya masih saja ‘membuntuti’ beliau sampai bisa makan soto bareng di taman Monumen Patung Gubernur Suryo.

Halaman: 1 2

