Gol A Gong – Duta Baca Indonesia
Negeriku ini memang penuh kejutan. Ketika bersedih karena perilaku politisi busuk kita yang lebih mementingkan kelompok atau golongan, kemudian bermimpi: menunggu ratu adil. Ketika ribut flexing dan money laundry, berharap: menunggu Godot. Saya bingung membedakan “Ratu Adil” dan entah makhluk apa si Godot itu. Tapi yang jelas, kita adalah kaum utopis.

Setiap hari kita disuguhi TV menu darah, pencabulan, drakula penghisap darah rakyat, anggota dewan yang tidak becus membuat undang-undang sementara para profesor kebingungan di kampus, ketawa-ketawi para host yang tidak bermutu, dan migrasi artis yang menjadikan Senayan sebagai ladang uang atas nama rakyat.


