Aduh, judulnya ngeri sekali, kawan. Ada 2 lagi tabunya. Apa saja, sih? Pahami dulu bahwa Tabu adalah larangan atau pantangan terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat. Tabu dapat berupa larangan untuk tidak menyentuh, menyebut, atau melihat objek-objek dan orang-orang tertentu. Berarti 2 Hal yang Tabu Buat Penulis itu adalah:

  1. Tabu keluar dari perencanaan. Misalnya kamu sudah membuat ouline novelmu. Sudah dirancang dari mulai judul novel, premisnya, sinopsis secara global, daftar isi novelnya, kemudian outline bab demi bab hingga 1 bab, dan setiap bab sudah ada outlinenya. Bahkan di akhir setiap bab sudah dibuatkan cliffhangernya – akhir cerita yang menggantung sebagai transisi berikutnya. Jadi rencana sudah matang, tiba-tiba kamu ingin mengubahnya. Itu tabu. Proyek novelmu akan amburadul di tengah jalan. Cara mengatasinya? Gampang. Ide barumu yang muncul tiba-tiba itu kamu siapkan untuk ide novel berikutnya tanpa harus merusak perencanaan novel pertamamu.
  2. Tabu menjiplak. Ini yang bahaya. Kadangkala ketika menggunakan sutu setting lokasi, kamu serahkan semuanya ke Google atau AI. Itu akan kacau. Kamu akan mengcopy kemudian paste di bab novelmu. Jangan ya dek jangan. Cara mengatasinya ya riset lapangan. Pergi ke lokasi di novelmu itu. Kalau nggak punya biasa ke tempat itu? Riset pustaka, pergi ke perpustakaan. Kalau riset ke Google atau AI, bahaya. Nanti copy paste. Saran saya, setelah riset pustaka, merenung, membayangkan, lalu bertanya di medsos: adakah yang pernah datang ke lokasi di bakal novelmu. Saya pernah melakukannya. Itu lebih berpeluang jadi bagus dan nanti seolah-olah kamu sudah pergi ke sana.

Paham, ya. Setuju, dong. Jadi menghindari tabu dalam penulisan sangat penting untuk menjaga integritas dan kualitas karya. Dengan perencanaan yang baik dan riset yang mendalam, penulis dapat menciptakan cerita yang orisinal dan menarik tanpa terjebak dalam jebakan plagiarisme atau kebingungan alur. Oke, kawan, ya.

Gol A Gong/ilustrasi ChatGPT 4o

Kawan, Menghindari tabu dalam penulisan sangat penting untuk menjaga integritas dan kualitas karya. Dengan perencanaan yang baik dan riset yang mendalam, penulis dapat menciptakan cerita yang orisinal dan menarik tanpa terjebak dalam jebakan plagiarisme atau kebingungan alur.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==