Yang Bukan Penyair Boleh Ambil Bagian

Ketika Festival Puisi Esai Jakarta II berlangsung di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 13-14 Desember 2024, saya melihat ibu rumah tangga, guu, dosen, Gen-Z (pelajar SMA dan mahasiswa), bahkan Dzafira Adelia (13), Kelas 2 SMP Muhhamadiyah Ahmad Dahlan Metro, naik kepanggung membacakan puisi esai.

Dzafira Adelia (13), Kelas 2 SMP Muhhamadiyah Ahmad Dahlan Metro, membacakan puisi esai di Festival Puisi Esai Jakarta II.

Dampak dari kredo “yang bukan penyair, silakan bergabung” yang digagas Denny JA sangat positif. Dari Sabang hingga Merauke, yang bukan penyair menyampaikan ketertarikan untuk menulis puisi esai. Mulai dari ibu rumah tangga, akademisi bergelar doktor, guru, ASN, pegiat literasi, dan sekarang masuk ke Gen-Z. Juga merambat ke negara-negara ASEAN dan Kairo, Mesir.

Asih Purwaningtyas (53), Sarjana Tekni Universitas Muhammadiyan Solo merespon, bahwa puisi esai cocok untuk emak-emak sebagai cara menuangkan isi hati dan pikirannya. “Kami para ibu takut melihat iklim puisi di sini, terkesan seram dan saling ejek. Padahal puisi esai bisa sebagai transisi ke jenis puisi mainstream. Konsepnya lebih memudahkan yang bukan penyair merumuskan ide-ide ke dalam puisi.”

Tim GoKreaf

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==