Oleh: Muhzen Den
Tip dan trik menuju kesuksesan ala Raditya Dika memang patut kita contoh. Di usianya yang ke-40, Raditya Dika masih terus belajar dan meng-upgrade diri. Tidak gengsi untuk bertanya atau belajar kepada orang baru atau yang punya keahlian. Berikut ini adalah nukilan dari YouTube Raditya Dika tentang 40 pelajaran di usia 40.
- Jalan kaki minimal 30 menit sehari
“Nah, ini perlu nih konsistensi gini. Karena kayaknya olahraga paling mudah dan tidak usah dipikirkan adalah jalan kaki.”
- Selalu tepat waktu
“On time itu cara kita menghargai orang lain, dan kelihatan kalau kita on time berarti kita menghargai orang lain yang janjian dengan kita atau acara yang kita datangi.”

- Takut biasanya datang dari ketidaktahuan
“Jadi, setiap kali gua merasa takut melakukan sesuatu, gua cari tahu dan gua jadi tidak takut. Karena punya basis ilmu adalah cara mudah untuk jadi berani.”
- Menyesal lebih seram dari takut
“Which is iya gua udah sering ngomong sih, jangan sampai pilihan-pilihan yang nggak kita ambil. Kesempatan yang ditawarkan terus kita tolak, justru membuat kita menyesal ketika nanti.”
- Kalau ada yang ganjel, ngomong aja
“Ini gua rasain banget di pernikahan gua. Karena gua sama Annisa tuh, kalau ada apa-apa yang sedikit nggak enak pasti kita obrolin. Jadi daripada semua dipendam dan keluarnya pas gede. Dari merasa tidak enak saja sudah dikasih tahu sehingga emosi-emosi yang keluar adalah emosi kecil, nggak keburu emosi besar. Kalau ada yang ganjel diomongin aja, dan itu berlaku anak juga jadinya. Anak gua apa aja yang dirasain diomongin. Sama gua juga ke mereka begitu.”

- Semua orang punya keahlian sendiri
“Tiap-tiap dari kita punya skillnya masing-masing. Hanya kadang kita belum sadar saja. Kayaknya nggak ada orang yang lahir dengan zero skill sama sekali, pasti ada sih. Satu atau dua keahlian yang lebih menonjol dibanding yang lain di antara semua orang. Dan kadang keahliannya juga kita merasa apa ya, merasa kecil banget untuk dipikirkan sebuah keahlian. Padahal itu penting, kayak misalnya jago persuasi orang gitu. Itu kan keahlian juga. Setiap kali ngobrol sama orang, orang dengerin. Itu keahlian juga sebenarnya. Kadang kita nggak tahu.”
- Tahu bahwa kita gak bisa semuanya
“Betul, nggak ada orang yang bisa semua. Dan gua sadar juga gua nggak bisa semua. Makanya, gua suka kerja sama banyak orang, dan delegasi kebanyakan.”
- Beli barang buat diri sendiri
“Karena banyak orang beli barang untuk dikagumi orang lain. Menurut gua, paling menyenangkan adalah kalau beli untuk diri sendiri.”
- Belajar sabar
“Sabar itu kunci untuk mendapatkan apa yang kita mau. Semua ada proses. Bikin sesuatu nggak langsung bagus. Sabar saja. Kerjain satu gerak, dua gerak, tiga gerak, empat gerak sampai bagus. Nggak usah buru-buru.”
- Reputasi datang dari tindakan
“Jadi kalau mau dikenal orang sebagai orang yang benar, ya udah jadi orang benar saja. Segampang itu sih.”
- Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain
“Sumber ketidakbahagiaan adalah ketika kita banding-bandingkan dengan orang lain. Karena semua orang itu beda, cara dia start. Cara dia punya network, kesempatan, dan keluarga juga beda. Jadi fokus pada diri sendiri.”

- Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke dalam pemikiran orang lain
“Ini adalah return on Investment paling tinggi. Buku-buku ditulis sama penulisnya bisa setahun, dua tahun, tiga tahun. Kita cuma duduk tiga hari kita lahap semua isi kepala dia yang dia dapatkan selama tiga tahun. Jadi, tidak ada investasi lebih besar daripada baca buku, terutama non-fiksi. Betapa banyak riset yang dia lahap terus kita konsumsi dengan hanya hitungan hari. Padahal dia bertarung dengan editor, bertarung dengan buku-buku dia tahunan kadang-kadang.”
- Dengerin podcast yang sesuai minat
“Gua suka banget dengerin podcast, bahkan cuma jadi background noise doang kadang-kadang. Dan itu sesuai minat gua banyak. Podcast soal menulis, podcast soal YouTube. Banyak.”
- Selalu belajar, kapan pun di mana pun
“Selalu ada kesempatan buat belajar. Kelas-kelas udemi gua isinya random banget, dari mulai cara bikin lagu sampai ke cara menulis komedi. Terakhir kali gua beli kelas komedi karena baru mau jadi juri suci lagi. Pas ada teman stand up comedy tahu, dia tanya ‘ngapain elu belajar stand up lagi’. Yang emang perlu deh, update terus.”
- Investasi terbaik adalah pendidikan
“Jadi kalau mau keluarin duit banyak, keluarlah duit buat mendidik diri sendiri.”
- Storytelling adalah skill yang paling berguna
“Karena indie and di zaman yang serba bising ini, orang-orang yang jago bercerita adalah orang yang didengarkan. Karena semuanya ingin ngomong, tapi tidak semua orang membungkusnya menjadi omongan yang menarik buat didengar.”
- Orang yang gak suka sama kita, kadang gak mengerti kita
“Jadi gak usah take it personaly sama orang yang ngomongin kita atau yang benci sama kita. Mungkin mereka nggak mengerti kita kali. Belum ketemu atau ngobrol.”
- Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan
“Ini kaitannya sama duit ya. Semakin membosankan itu, maka gua semakin suka. Nggak usah yang memacu adrenalin. Investasi yang terbaik adalah investasi yang gua bisa tinggal tidur.”
- Pastikan perjalanannya sama menyenangkan dengan tujuannya
“Jadi kalau melakukan sesuatu, pengalaman ketika melakukan itu juga harus sama serunya. Kadang-kadang kalau bikin podcast tuh, dex of doing it udah membuat gua happy sih, ketemu tamu-tamu podcast. Kadang-kadang kalau nggak di-upload juga gak apa-apa. Karena duduknya saja sudah seru.”
- Hidup dengan cinta
“Artinya, banyak-banyak sayang. Gua merasakan itu banget semenjak punya anak sih, meskipun anak gua kayaknya nggak peduli juga sama gua. Tapi, gua merasa bahwa semenjak ada anak jadi lebih punya tempat buat menaruh semangat-semangat ini gitu, untuk kerja, untuk apa segala macam. Dan itu kayaknya meaning-nya sih, hidup ini.”
Itu adalah 40 pelajaran selama 40 tahun hidup Raditya Dika. Dia nggak punya rencana membuat ini berulang karena baginya hidup sudah panjang. Artinya tahun depan nggak ada 41 pelajaran atau 50 lagi bagi Raditya Dika. Dika membuat tema podcast tentang ini dalam satu malam menjelang tidur. Jadi Dika mengeluarkan apa yang ada di kepalanya untuk disampaikan, sekaligus mengawali tahun yang baru 2025.
Sumber YouTube @radityadika



