Kesetiaan Anjing Kepada Tuannya Pada Buku the Famous Five

Oleh: Susi Lusiana-Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 40

Aku sering mendengar bahwa anjing dan kucing adalah hewan paling penurut dan cocok untuk dipelihara. Fakta ini sudah banyak ditemukan di mana-mana, salah satunya di buku The Famous Five. Kisah kesetiaan antara anjing dan tuannya menjadi salah satu tema yang diangkat dalam cerita ini.

Buku The Famous Five, atau yang sering dikenal dengan “Lima Sekawan”, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta buku yang menggemari tulisan Barat. Namun, bagiku, buku itu terdengar asing saat pertama kali mendengarnya. Aku terus dicekoki pendapat bahwa buku petualangan ini sangat seru. Kata mereka, buku ini wajib dibaca. Akhirnya, aku memutuskan untuk meminjam buku ini karena tidak tahan mendengar mereka berdiskusi, sementara aku hanya diam sendiri, kebingungan.

Aku membuka buku ini dengan perasaan berdebar, sebab buku ini ditulis dalam bahasa Inggris. Aku takut tidak bisa memahami isinya. Namun, semua keraguan itu berubah ketika aku mencoba membacanya dengan saksama. Aku membalik halaman demi halaman untuk mengikuti cerita petualangan Lima Sekawan.

Lima Sekawan adalah sebuah kelompok kecil yang terdiri atas empat anak dan satu anjing peliharaan milik George. Suasana hangat dalam cerita ini tidak hanya menggambarkan kedekatan antarsepupu, tetapi juga kisah kesetiaan antara anjing dan tuannya. Anjing ini menjadi bagian penting dari petualangan mereka, termasuk dalam menemukan pintu rahasia atau The Secret Way. Petunjuk tentang pintu rahasia itu mereka temukan di sehelai kain yang ditemukan ketika berkunjung ke Kirrin Farmhouse.

Selama perjalanan menemukan pintu rahasia, banyak sekali pertikaian yang dialami George dan Timothy, anjing kesayangannya. Semua permasalahan itu bermula dari kebiasaan George yang selalu ingin mengajak Timothy ke mana pun ia pergi, bahkan ketika belajar bersama tutor barunya, Mr. Roland. Sayangnya, Mr. Roland tidak menyukai binatang, apalagi jika berada di ruangan belajar. Meski begitu, Mr. Roland beberapa kali mencoba mendekati Timothy, tetapi anjing itu selalu merespons dengan acuh, bahkan sampai menggigit kakinya. Sikap Timothy yang agresif terhadap Mr. Roland mungkin disebabkan oleh rasa tidak suka George terhadap tutor tersebut. George memang tidak menyukai orang-orang yang tidak menghargai peliharaannya atau yang berkomentar buruk tentang Timothy.

Georgina, yang lebih suka dipanggil George, adalah seorang anak perempuan yang sangat menyayangi anjingnya, bahkan melebihi siapa pun. Meski orang tuanya melarangnya memiliki peliharaan, terutama di dalam rumah, George tetap bersikeras menjaganya. Baginya, Timothy adalah sahabat sejatinya.

Kisah antara George dan Timothy banyak menggambarkan kesetiaan dan pengorbanan satu sama lain. Bagian paling menyentuh bagiku adalah ketika George rela tinggal di luar rumah saat musim salju hanya demi menemani Timothy, yang sedang dihukum di luar karena menggigit kaki Mr. Roland. Kejadian itu terjadi ketika Timothy berada di ruang belajar bersama George dan tiga sepupunya. Selama berada di luar, George dan Timothy seperti saudara yang tak ingin dipisahkan. Mereka saling mengasihi, memberikan kehangatan, dan saling menyayangi. Walaupun mereka hanyalah seorang manusia dan seekor binatang, mereka menunjukkan bahwa kasih sayang tidak mengenal batas.

Selama membaca kisah mereka, aku belajar bahwa bahkan seekor anjing yang ganas sekalipun akan menjadi jinak jika selalu diperlakukan dengan kasih sayang dan diberi kehangatan. Lalu, apakah hal itu akan berlaku juga pada manusia? Jika manusia diperlakukan seperti George memperlakukan Timothy, apakah mereka akan setia dan menyayangi, atau justru akan berkhianat? Aku tidak tahu bagaimana jawabannya. Namun, aku hanya berharap kita semua dapat memperlakukan sesama dengan sebaik-baiknya dan saling menjaga satu sama lain.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==