Oleh Tias Tatanka
Pagi ini aku kedatangan ide menyeduh kopi dengan cara berbeda. Kebetulan ada stok kopi Rinjani dari Lombok, oleh-oleh waktu suamiku berkunjung ke sana.
Biasanya aku menyeduh kopi dengan air yang hampir mendidih. Setelah menunggu beberapa saat kopi yang diseduh itu mengapungkan bubuk kopi dan melepas kandungan gasnya, barulah aku aduk. Untuk kali ini aku ingin mencoba cara lain. Kopi bubuk Rinjani Coffee kusangrai dulu sebentar. Setelah itu kutuangkan air yang sudah direbus hampir mendidih.

Tunggu beberapa detik agar air panas sampai ke dasar gelas. Aduk seduhan kopi beberapa detik, sampai ada sedikit krim atau busa terbentuk. Setelah itu kusaring ke gelas saji, agar lebih cepat dapat disruput, tanpa menunggu bubuk kopi mengendap.
Wangi kopi tercium agak berbeda, mungkin karena melewati proses sangrai. Biasanya jika diseduh dengan cara biasa tak sewangi ini. Sedangkan dengan penyaringan kopi ini diperoleh air kopi yang lebih banyak dan endapan lebih sedikit.


Harapanku, dengan endapan yang sedikit itu kadar kafein pun berkurang. Semoga sih, begitu pula kenyataannya. Ketika hubby meneguknya, “Hmm, sedap. Kental. Nendang di mulut. Nyetrum di kepala.” Tambah hubby, “Ini kopi ter-sedap yang perah aku minum. Kopi buatan isteri memang beda.”
Nanti kucari lagi cara lain untuk menyeduh kopi. Sehat-sehat semuanya!





