Emak-emak Profesional di Taman Sari Kota Serang

Saya berdiri mngitrai pandang Taman Sari, Kota Serang. Tidak sesibuk seperti biasa. Di kios-kios pegawai dari Dinas Perhubungan berjaga-jaga. Di pinggir kali yang menuju gang rel kereta, beberapa polisi/TNI juga duduk di pos jaga. Sudah ada instruksi dari Pemerintah Kota Serang agar para pedagang pindah ke Kepandean.

Tapi saya masih melihat banyak emak-emak yang berjualan sambil duduk di trotoar. Di belakang mereka kali atau selokan Cimuncang yang kotor dan banyak sampah. Wajah mereka tampak selalu berjaga-jaga, karena suatu waktu diusir aparat.

Saya mewawancarai para pedagang yang masih saja jualan di bibir police line. Mereka emak-emak yang berdomisili di kampung-kampung sekitar Ciceuri, Kaligandu, Cimuncang, dan Trondol. Mereka belanja sayur-sayuran, kue, ikan, dan telur di Pasar Rawu. Kemudian mereka berjualan di Taman Sari.

Subjekivitas saya berkata, mereka itu emak-emak profesional. Mereka memang mengambil pilihan seperti itu. Mereka melakukannya sudah belasan tahun. Mereka tidak sekadar urusan perut, tapi memang jadi profesi. Semoga Pemkot dalam hal ini Wahyu Nurjamil sebagai Kepala Disperindagkop UMKM Kota Serang dengan jargon “sat set”, tidak bosan memberi arahan dan wawasan bagi emak-emak profesional itu tentang pentingnya menaati peraturan pemerintah.

Budi Rustandi sebagai Wali Kota Serang terpilih periode 2024-2029 menyambut baik aksi Wahyu Nurjamil sebagai Kepala Disperindagkop UMKM Kota Serang dalam merevitalisasi Pasar Lama, Kepandean, dan Taman Sari. Kata Budi, “Kita harus menjadikan Kota Serang maju dan layak sebagai Ibu Kota Provinsi Banten.”

Gol A Gong

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==