Dosen Untirta Masuk 10 Besar ASN Inspiratif 2021

Dr. Firman Hadiansyah, M.Hum ASN dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa terus melaju ke 10 besar Anugerah ASN 2021, kategori ASN Inspiratif yang dihelat Kemenpan RB. Ia satu-satunya ASN yang mewakili Kemendikbudristek pada kategori tersebut.

Dari 1621 pengusul Anugerah ASN dari 4 kategori, kategori ASN Inspiratif tahun ini paling banyak diikuti dengan jumlah 1.029 pengusul yang berlatar belakang berbagai kementerian.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Tonggak Sejarah Sastra (Puisi) di Banten

Jelang Hari Buku Sedunia (23 April) dan Hari Buku Nasional di Banten (26-30 Mei 2021), saya akan memposting di seluruh akun medsos saya tentang sejarah (literasi) perbukuan di Banten. Ini bertujuan agar masyarakat tahu, bahwa di Banten dipenuhi para penulis setelah Sheikh Nawawi al-Bantani (1813-1897), dan Husein Djayadiningrat (1886-1960). Jadi sangat pantas Banten ditunjuk sebagai yang pertama menggelar perayaan Hari Buku Nasional.

Untirta Serang mendukung total. Perayaan buku ini akan terpusat di kampus baru Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang.

Edisi kali ini dari koleksi buku di Museum Literasi Gol A Gong, saya memposting buku antologi “Indonesia Setengah Tiang” (IST). Itu lomba manuskrip buku puisi oleh Komunitas Sastra Indonesia (KSI) tahun 1998. Toto ST Radik jadi pemenang. Manuskrip itu dibukukan okeh Komunitas Sastra Indonesia awal 1999 dan diluncurkan di PDS. HB. Jassin, TIM Jakarta. Buku puisi IST memperoleh “award” sebagai Kumpulan Puisi Terbaik / Penyair Terbaik 1998.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Gotong-royong Perbaikan Lantai Gedung Rumah Dunia di Serang Banten

Update per-21 April 2021.

Alhamdulillah, total terkumpul : Rp 7.950.000,-
Tersisa Rp 12.050. 000,- lagi untuk perbaikan lantai gedung Surosowan Rumah Dunia di Serang Banten. Insya Allah.

Sahabat, jika punya rezeki berlebih, gotong-royong membeli 1 meter keramik plus bahan dan ongkos tukangnya sebesar Rp. 100.000,-/meter untuk perbaikan lantai gedung Rumah Dunia.

Luasnya 20 X 10 M2 total seluas 200M2 : Rp 20 juta. Lantainya sudah banyak yang mengelupas dan kotor berdebu. Semoga dengan lantai keramik bisa lebih bersih.

Silakan yang mau bergabung.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Selamat Jalan, Abdul Hamid!

Saya sedang menguras kolam ketika Istri saya mengabarkan Abah Hamid meninggalkan kita semua karena Covid-19. Setelah dirawat selamat seminggu di RS Gatot Subroto, 3 hari ke belakang koma. Saya membayangkan, bagaimana kalau itu terjadi kepada saya? Innalilahi… Terbayang beberapa peristiwa politik lokal yang penting pernah saya, Firman Venayaksa , dan Abah Hamid lalui.Saya teringat bersama relawan Rumah Dunia pernah menyatroni kantornya di Untirta untuk playlist “Gonjlengan” di akun YouTube GolAGong TV.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Rambutan dan Kenangan Bapak dan Emak

Sepulang dari pasar, saya mendapati sekarung rambutan di dapur. Kata si bungsu, dari Yuni Astuti – relawan Rumah Dunia yang mengelola pondok pesantren Salsabila, Dalung, Kota Serang. Yuni, terima kasih rambutannya. Saya merasa dunia tersenyum dengan silaturahmi “murid” dan “guru” ini.

Saya jadi teringat Bapak dan Emak. Saat saya kecil, setiap musim rambutan dan duren rumah penuh dengan kiriman buah-buahan itu. Bapak dan Emak saya guru di Serang, Banten. Murid-muridnya dari Warung Gunung, Petir, Walantaka, Pamarayan, Curug, Taktakan, Ciomas, Padarincang, Sayar, Mancak, Pulo Ampel, Pulo Panjang. Kampung-kampung itu pada tahun 1970-an penghasil buah-buahan.

Pokoknya setiap akhir dan awal tahun, kami pesta rambutan dan durian. Kadang ada juga kecapi dan jamblang. Dua jenis ini mulai langka. (GG)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Silakan Menyimpan Karya Anda di Museum Literasi Gol A Gong

Museum Literasi Gol A Gong diniatkan untuk mendokumentasikan tradisi baca dan tulis di Banten khususnya dan Indonesia umumnya. Lokasinya di halaman belakang rumah Gol A Gong, menempati areal seluas 1000 meter persegi. Jika Anda penulis, aktivis, dramawan, penyair, perupa, kartunis, film maker, pokoknya terkait ke literasi, silakan menyimpan karyanya di Museum Literasi Gol A Gong. (Mister Gokref).

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Adkhilni M. Sidqi: Gara-gara Balada Si Roy Demam Avonturir

Saya pertama kali membaca novel Balada SiRoy karya Golagong Penulis tahun 2001. Selesai menamatkan empat jilid Balada Si Roy (BSR), saya langsung terjangkiti demam avounturir (petualang).

Saya kemasi tas ransel carrier, merapikan tenda, dan menyiapkan sepeda. “Mau avounturir, kayak Si Roy!” ujar saya meletup-letup. Saya tidak sendiri. Saya pun mengajak Zhajang Lili Charli untuk bertualang seperti si Roy.

Kami berdua sudah siap dengan sepeda kesayangan, ransel carrier, dan peralatan camping di punggung. Dipenuhi gejolak muda, kami berdua bersepeda menempuh jarak sekitar 40 km dari Serang menuju kawasan pantai di Selat Sunda dan akan bermalam di pantai—seperti si Roy.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5