Puisi Gol A Gong
TAMSIL SAHABAT
Ambil sebatang bambu. Jadikan bambu runcing.
Lalu berperanglah dengan sahabatmu.
Ambil handphone. Jadikan papan luncur informasi.
Lalu bunuhlah sahabatmu sendiri.
Ambil hatimu. Berikan pada sahabatmu.
Tunggulah beberapa purnama.
Dia menusukmu dari kegelapan.
*) Rumah Dunia, Serang, 30/1/2016.

Puisi “Tamsil Sahabat” ini menggambarkan pengkhianatan dalam persahabatan melalui metafora yang kuat dan kontras tajam antara alat, tindakan, dan akibatnya.
- Bambu runcing melambangkan perjuangan dan peperangan, di mana seorang sahabat bisa menjadi musuh dalam kondisi tertentu.
- Handphone sebagai papan luncur informasi mencerminkan bagaimana teknologi bisa menjadi senjata yang membunuh bukan secara fisik, tetapi dalam arti emosional atau sosial.
- Memberikan hati kepada sahabat menjadi simbol kepercayaan dan pengorbanan, tetapi akhirnya dikhianati—sahabat justru menikam dari kegelapan, mungkin melambangkan pengkhianatan diam-diam atau ketidaktulusan.
Puisi ini sangat relevan dengan realitas sosial saat ini, terutama dalam era digital, di mana kepercayaan seringkali dikhianati, baik dalam pertemanan langsung maupun melalui dunia maya.
Tim GoKreaf/AI



