Puisi: Braga

Oleh Gol A Gong

Di jalan Braga nada itu kudengar
Menghitung tuan dan nyonya Belanda
Melarung cinta di jernih mawar
Cikapundung membelah dada

Jalan Braga dalam kecapi
Kita menitipkan bara api
di gerimis malam Minggu
Kisah kita abadi dalam lagu

Di trotoar jalan Braga
Kita melipat perih ijazah
Kembali ke dalam duka raga
Kenangan hilang menata rumah

Di jalan Braga kita asing sendiri

Puisi: Aku Pewaris Bumi

Oleh Gol A Gong

Kata Kakek, “Dulu satu jaket tidak cukup untuk menahan dinginnya malam. Sekarang cukup berkaos saja.”

Tak ada lagi kabut yang mengambang di pucuk padi
Air laut jadi hangat dan bikin gatal
Sungai bau dikencingi pabrik
Aku takut melihat ke angkasa raya

Bapak, Ibu yang aku sayangi
Jangan wariskan kepadaku lukisan gunung yang hijau
Jangan kirimi aku post card sungai jernih di bebatuan
Jangan ceritakan udara segar pagi
embun dingin di telapak kaki

Ajak aku ke gunung bertemu rusa
Bawa aku berlayar melihat paus
Purnama dan bintang di malam terang
Menari di kaki hujan dan menunggu pelangi

“Aku pewaris bumi!” kakek menitikkan air mata

Beri kado indah darimu, Kek!
sebatang kayu untuk kutanam
tumbuh rimbun jadi rumah
agar burung-burung bernyanyi riang

Palu 10 November 2022

Penulis dan Buku: Antologi Puisi Elegi Senja

ELEGI SENJA adalah kumpulan puisi terpilih berdasarkan event NuBar (Nulis Bareng) puisi dengan tema Membenci Senja yang digagas oleh Riddle Chan pada bulan April 2022.

Buku ini diterbitkan oleh CV Basmalah Hamdalah, Bekasi, Jawa Barat, Mei 2022. Di dalamnya berisi 60 puisi karya 60 penyair daei berbagai kota di tanah air.

Buku ini, entah buku NuBar saya yang ke-empat puluh berapa. Yang jelas, sejak Januari 2020 hingga September 2022, karya saya ikut bergabung di 45 buku antologi rame-rame dan satu buku antologi puisi solo (CARAMU MELUKAIKU_Sungguh Terasa Indah).

Ayo, menulis. Saya rajin nulis karena ingin mendukung Gerakan Indonesia Menulis yang digagas oleh Mas Duta Baca Indonesia, Gol A Gong yang ganteng itu. *

Mimpi Membangun Tradisi Baca-Tulis di Banten

Menemukan foto ini di Museum Literasi Gol A Gong, terlempar ke masa lalu. Di jalan kereta api Penancangan, Kota Serang, 1990. Toto St Radik, Rys Revolta (ditemukan terapung di pantai Sirih, Anyer, Serang, 2004), dan Gol A Gong. Mereka membangun mimpi yang besar, tumbuhnya peradaban baru di Banten, yaitu tradisi membaca-menulis! Bahkan bangku kuliah pun mereka tinggalkan. Mereka bermuara di Komunitas Rumah Dunia pada tahun 2000. Itulah persamaan mereka saat itu, senasib sepenanggungan, meninggalkan kuliah dengan alasan heroik…

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)