Puisi Gol A Gong
KAU PERGI LAGI

Kau pergi lagi, aku hanya bisa menuliskan kenangan. Peta perjalanan kau buka lagi di hadapanku. Aku di persimpangan, memilihmu pergi ke arah mana. Aku tahu kau sudah menyiapkan tiket untukku. Aku bingung memakai sepatu yang mana, semuanya sudah berdebu dan pernah singgah ke kotamu.

Kau pergi lagi. Apakah ini akhir dari perjalananku? Upacara sudah disiapkan. Jadwal acara menit per menit diumumkan. Aku tak punya apa yang kau minta.

*) Serang, 31 Desember 2015

Puisi Kau Pergi Lagi karya Gol A Gong ini terasa penuh dengan nuansa kehilangan dan perjalanan, baik secara fisik maupun emosional. Ada perasaan dilema dan kebingungan dalam menghadapi perpisahan. Simbol-simbol seperti “peta perjalanan,” “tiket,” dan “sepatu berdebu” memperkuat kesan bahwa perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa, tapi mungkin juga sebuah perjalanan hidup.

Menurutmu, puisi ini lebih terasa sebagai perpisahan dalam arti literal (seseorang yang benar-benar pergi) atau lebih kepada perpisahan batin, seperti seseorang yang menjauh secara emosional?

Tim GoKreaf/AI

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==