Menunggu Ilham Saat menulis

Saya mau menulis. Tapi, sudah bejam-jam duduk di depan laptop, ide tidak ada. Saya menyeduh kopi sudah 3 gelas dan rokok sebungkus. Kamar jadi penap dan mata melotot. Kepala malah nyut-nyutan. Bagaimana bisa? Ah, ilham mana?

Saya menunggu ilham jadi seperti menunggu durian jatuhan. Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan ide? Ini sudah tengah malam. Katanya menunggu ilham datang lebih mudah tengah malam ketika alam sedang tidur. Yang ada justru suara ketawa kuntilanak. Hih!

Akhirya saya matikan saja laptop. Tapi saya tidak bisa tidur. Bayangkan, 3 gelas kopi! Kedua mata saya sudah terganjal kayu gelondongan, sehingga tidak bisa menutup, yang ada melek terus. Akhirnya saya putuskan nonton TV saja. Tapi jari-jari ini terus saja memencet tombol remote controle, mengganti chanel. TV Lokal membosankan. Pindah ke Netflix, Catchplay…

Akhirnya nonton film. Juga gonta-ganti channel. Tak ada yang menarik filmnya. Kemudian saya beranjak masuk ke kamar tidur. Rebahan terlentang di kasur. Kedua mata menatap langit-langit kamar. Merenungkan diri sendiri – apa yang sudah saya lakukan? Ternyata menunggu datangnya ilham itu tidak bisa dipaksakan. Menulis juga begitu.

Ada yang harus saya lakukan dulu sebelum menulis atau menunggu ilham datang. Saya harus banak membaca buku, membaca dunia. Saya teralu tergesa-gesa ingin menulis. Mestinya saya isi dulu pikiran dan hati ini. Ah, lama-lama, kedua mata saya lelah. Saya mengantuk sekali…

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==