Puisi Esai Gen Z Karya Dewi Arimbi – Duta Puisi Esai 2025 dari Provinsi Jawa Barat
Pada 17 Oktober 2023, sebuah rumah sakit di Gaza menjadi saksi bisu tragedi mengerikan. Serangan udara menghancurkan tempat yang seharusnya menjadi perlindungan terakhir bagi para warga
sipil. Di balik dinding yang runtuh, ada kisah seorang ibu muda, Hana, yang kehilangan anaknya dalam ledakan tersebut.

oOo
Di bawah langit yang menderu,
di tanah yang tak lagi mengenal kedamaian,
Hana berlari, memeluk dunia yang terbakar
Tangannya menggenggam erat selembar syal,
yang pernah membalut leher anaknya
Seperti pelukan terakhir sebelum perpisahan,
dalam sekejap, segala berubah
Ledakan itu, menghancurkan segalanya!
Syal itu masih ada di tangannya,
mengusap air mata yang tak henti mengalir
Setiap benang yang tersulam di sana,
adalah kenangan yang tak akan pernah pudar
Seperti cahaya bintang yang bertahan,
di langit malam yang gelap gulita
Di puing-puing rumah sakit,
ia mencari, memanggil nama yang tak dijawab
Namun hanya ada sunyi,
yang menyanyikan lagu duka
Di antara reruntuhan dan debu,
tak ada yang tersisa
Hanya selembar syal,
dan hati yang terkoyak
Hana jatuh berlutut
Di antara darah dan air mata,
memeluk syal itu seperti pelukan terakhir
“Di mana kau, anakku?” bisiknya.
Namun, tak ada lagi jawaban
Hanya angin yang berembus,
menyapu sisa-sisa harapan yang tersisa
Waktu seolah berhenti
Dalam sekejap yang abadi,
ia mengingat tawa kecil,
yang pernah mengisi rumah ini
Kini hanya ada sepi,
yang merenggut semuanya
seperti bayangan yang mencuri cahaya,
dari mata yang lelah menangis
Dan di bawah langit yang muram,
di tanah yang tak bertuan,
Hana berdiri,
menatap masa depan yang tak lagi jelas
Namun, ia tetap menggenggam syal itu,
seperti menggenggam harapan
yang tersisa dari dunia yang runtuh,
di bawah bayang-bayang kehancuran
*) Bandung, 24 Agustus 2024
oOo
LINK:
https://www.cnbcindonesia.com/news/20231018051145-4-481431/biadab-rumah-sakit-gazadihantam-rudal-500-orang-tewas



TENTANG PENULIS: Dewi Arimbi, mahasiswa Jurusan Seni Teater di Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Ia sangat aktif dalam bidang akademis dan nonakademis. Saat ini ia sedang mendalami Seni Teater dengan fokus pada penelitian dan pengajaran. Berbekal keterampilan yang mendalam, ia telah memimpin berbagai penelitian. Ia juga memiliki pengalaman mengajar di SDN 236 Babakan Ciparay,
SMAN 7 Kota Bandung, dan SMAN 17 Kota Bandung. Beberapa jurnalnya yang telah diterbitkan antara lain “Teknik Bantingan pada Perguruan Silat Tadjimalela” di Cerano Seni; “Pertunjukan Tari Piring Kumun Sebagai Representasi Sosiologi Gender dan Upaya Pelestarian Adat Budaya Kerinci” di Jurnal Sendratasik; dan “Analysis of Verbal and Nonverbal Communication Methods in the Cast of the Character Antigone
Performance of Sophocles Play Antigone” di Creativity and Research Theatre Journal. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi, lomba esai, dan penelitian di bidang budaya dan pencak silat. Dewi terpilih sebagai perwakilan mahasiswa dalam Konferensi Internasional Generasi Emas ASEAN 2024. Ia juga kerap mengikuti berbagai pelatihan untuk mengasah keterampilan tambahan, termasuk pelatihan public speaking, statistik data penelitian, desain, dan IELTS, yang semakin memperkuat kompetensinya sebagai pendidik dan peneliti. Ia terpilih sebagai Duta Puisi Esai 2025 dari Provinsi Jawa Barat.


PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Z. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik:


