Puisi Esai Gen Z kARYA Deni Friska Yulianti – Lulusan cum laude S1 Sastra Universitas Negeri Padang
(Seorang pria yang merupakan orang tua tiri ditangkap oleh pihak kepolisian setelah dicurigai telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap putri tirinya yang berusia 15 tahun sebanyak lima kali yang berlangsung pada tanggal 8 Juni 2025)

oOo
Rumah,
surga kecil nan nyaman,katanya
telah tumbuh neraka bertangan manusia,
bernafas seperti bak seorang ayah,
namun jiwanya lebih gelap dari liang kubur yang diludahi cahaya.
Ia datang tak mengetuk pintu,
karena pintu itu tak pernah dikunci,
bukan karena percaya,
tapi karena dunia lupa bahwa iblis tak selalu bersisik.
Aku—
bunga belum mekar, embun belum kering,
dipetik paksa lima kali oleh tangan yang menjanjikan aman1
Lima kali bumi hancur tanpa suara,
lima kali langit memerah seperti darah yang tak terlihat di celana putihnya.
Aku menangis,
tapi tangisku tenggelam di tumpukan bantal,
Lidahku kelu, di balik selimut yang lebih dingin dari pelukan lelaki bajingan.
Ia memanggil Tuhan,
tapi Tuhan sedang diseret dari dinding ruang tamu
oleh lelaki yang mengaku kepala rumah
namun bak iblis meneyerupai manusia
Betapa celaka negeri ini,
di mana kata “ayah” bisa berarti perogol,
dan kata “rumah” bisa berarti liang siksaan,
dan kata “anak” bisa berubah jadi korban tanpa nama.
Lelaki itu—
bukan manusia, bukan pula binatang,
karena binatang tak menodai darahnya sendiri.
Ia monster dengan wajah biasa,
duduk di ruang makan, menyuap nasi sambil menyimpan dosa
di ujung lidah dan bawah ketiaknya.
Bocah itu—
sekarang berjalan seperti bayangan,
matanya kosong seperti kaca jendela yang ditinggalkan badai.
Ia bukan hanya kehilangan tubuhnya,
tapi kehilangan dirinya sendiri,
tercuri satu per satu setiap malam yang tak diberi bintang.
Apa arti hukum bila jiwa yang terkoyak
hanya dihitung dengan tahun penjara?
Apa arti keadilan bila suara korban
hanya jadi berita di layar,
diabaikan seperti nyamuk yang mengganggu sarapan?

Aku ingin menggugat langit,
mengapa tak robohkan saja rumah itu?
Biarlah tanah menelan si durjana,
biarlah angin memahat namanya di batu kehinaan.
Namun aku tahu,
dunia tak pernah adil pada anak kecil yang hanya ingin tidur nyenyak.
Dunia terlalu sibuk menilai rapor,
tapi lupa membaca luka di balik seragam sekolah.
Wahai bocah kecil,
kau bukan korban,
kau adalah saksi bahwa cinta bisa dibunuh
oleh orang yang seharusnya menjaganya.
Dan jika suatu hari kau mampu menulis,
tulislah ini:
“Bahwa dunia pernah membiarkanmu sendiri dalam gelap,
namun kau tak padam”
Padang 2025
Catatan Kaki : https://news.detik.com/berita/d-7953978/bejat-pria-di-gresik-perkosa-anak-tirinya-5-kali
oOo

TENTANG PENULIS: Deni Friska Yulianti, lulusan cum laude S1 Sastra Universitas Negeri Padang, menjadikan dunia kepenulisan sebagai ruang ekspresi dan intelektualnya. Berpengalaman magang di KBRI Kuala Lumpur, OJK Padang, dan ZHM Premiere Hotel, ia juga aktif di ranah akademik sebagai presenter dalam International Conference serta pemenang lomba esai di Universitas Padjadjaran. Kepiawaiannya dalam menulis puisi esai membawanya masuk dalam 10 besar penulis terbaik muda dengan karyanya “Ketika Adab Terungkai dari Tangkainya”, sebuah refleksi tajam tentang nilai dan peradaban. Bagi Deni, menulis bukan sekadar keterampilan, melainkan bentuk perlawanan sunyi yang menghidupkan gagasan dan merawat ingatan.


PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik gambar di bawah ini:


