Rak Buku: Urgensi Nalar Kritis bagi Muslimah dalam Dinamika Kehidupan 

Oleh Muhammad Sholihul Huda, Santri Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Pati.

Di dalam ruangan perpustakaan yang menyimpan beragam buku bacaan, aku menemukan sebuah buku yang membuat penasaran. “Nalar Kritis Muslimah, Refleksi atas Keperempuanan, Kemanusiaan, dan Keislaman”. Membaca judul tersebut aku jadi tergugah untuk mencari tahu bagaimanakah cara perempuan berpikir secara kritis dalam menjalani kehidupannya.

Agama Islam merupakan agama yang menjadi rahmat untuk seluruh makhluk hidup di alam semesta ini. Semua hukum yang ditetapkan di dalamnya bersifat adil untuk kemaslahatan laki-laki dan perempuan. Namun, pemahaman-pemahaman atas Islam justru sering disalah artikan untuk digunakan melemahkan perempuan dan membuatnya dilema. 

Buku Nalar Kritis Muslimah ini mungkin bisa menjadi salah satu jawaban untuk mengatasi pemahaman tersebut. Buku ini ditulis oleh Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. seorang dosen tafsir di UIN Syarif Hidayatullah dan dosen pasca sarjana di PTIQ Jakarta. Dalam buku ini penulis ingin mengajak para perempuan untuk bisa berpikir lebih kritis dalam menjalani kehidupannya. 

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan sering kali disalahkan hanya gara-gara lahir menjadi seorang perempuan. Menyikapi hal tersebut, penulis mencoba merefleksikan beberapa isu untuk dipikirkan secara kritis. Misalnya bertanya, jika nanti di surga laki-laki bisa mendapatkan bidadari yang cantik-cantik, lalu bagaimana nasib istri yang membersamainya di dunia dulu? Apakah seorang perempuan harus menahan cemburu jika katanya surga adalah tempat yang membahagiakan?

Buku Nalar Kritis Muslimah ini bukanlah karya monograf yang hanya fokus dalam satu pembahasan saja. Sebelum dibukukan karya ini berasal dari kumpulan status yang diunggah penulis di beragam medsosnya. Namun, setelah dibukukan rasanya ketika membaca karya ini penulis seperti ingin mengajak pembaca masuk ke lorong-lorong waktu untuk menjumpai jejak-jejak kegelisahan beragam hal. 

Dalam buku ini penulis membaginya menjadi 4 bagian. Pada bagian pertama penulis menjelaskan isu-isu yang menjadi bagian wajib dimiliki oleh perempuan. Di antaranya seperti menstruasi, hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui. Kelima hal ini sering membuat seorang perempuan mengalami pengalaman sosial yang negatif. Di antaranya seperti stigmatisasi, marginalisasi, subordinasi, kekerasan, dan beban ganda. 

Padahal jika kita telusuri lebih dalam, Islam tidak pernah membedakan antara sesama pemeluknya. Islam mengajarkan bahwa perempuan juga manusia seperti layaknya laki-laki pada umumnya. Setiap manusia di bumi ini sama-sama makhluk Allah SWT. Setiap manusia memiliki mandat yang sama untuk menciptakan kemaslahatan seluas-luasnya di muka bumi. Hal ini menjadi titik fokus penulis dalam menjelaskan pentingnya muslimah agar mempunyai kesadaran berpikir yang kritis dalam menjalani kehidupan.

Lalu masuk pada bagian kedua dan ketiga penulis ingin mengubah pemikiran bahwa perempuan merupakan makhluk kesekian setelah laki-laki menjadi setara dengan laki-laki. Saat ini tidak sedikit budaya yang sering memojokkan para perempuan. Hadirnya buku ini bisa menjadi salah satu perantara untuk membuka pemikiran baru bahwa perempuan juga manusia seutuhnya seperti halnya laki-laki. Hal ini dimaksudkan menolak anggapan bahwa perempuan bisa diperlakukan secara tidak manusiawi. 

Terakhir, masuk pada bagian keempat dalam buku ini seperti refleksi pemikiran penulis yang muncul dari tahun ke tahun yang dituliskan per judul dengan tema yang beragam. Penulis juga menyisipkan sebuah karya puisi indah untuk mengenang perjuangan wanita hebat Siti Hajar. Kumpulan diary yang dituangkan pada bagian terakhir buku ini meskipun singkat namun mengandung makna yang dalam.

Tapi ada beberapa pengulangan pembahasan hampir mirip yang seharusnya tidak perlu karena bisa menciptakan kebosanan pembaca. Seperti pada pembahasan lima pengalaman secara biologis atau sosial perempuan, pembahasan tentang tingkatan bahasa di beberapa daerah tertentu, juga pembahasan tentang fungsi manusia sebagai khalifah fil ardh

Meskipun pembahasan tersebut hampir sama, penulis mampu mengolahnya dengan sudut pandang yang indah membuat kajian tentang eksistensi perempuan dalam Islam lebih mengena. Semoga pemikiran-pemikiran seperti ini dapat terus dikembangkan oleh perempuan-perempuan muslimah untuk menambah khasanah Islam mengenai problematika perempuan yang sering dilupakan. 

Identitas Buku

Judul buku: Nalar Kritis Muslimah (Refleksi atas Keperempuanan, Kemanusiaan, dan Keislaman)
Penulis: Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm
Penerbit: Afkaruna.id
Tahun terbit: 2022
Jumlah halaman: 223
Genre: Nonfiksi

Tentang Penulis

Muhammad Sholihul Huda, santri Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Pati. Santri penikmat kopi sebagai teman saat membaca untuk membuka pemikiran-pemikiran barunya. Saat ini aktif menjadi pegiat literasi kepada teman-teman santri. Cita-citanya hanya sederhana, bagaimana bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk yang lainnya. 

RAK BUKU  adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 1000 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku, penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==