Jatuhlah pilihan saya pada satu ruangan yang dijaga volenteer cantik, Safira namanya. Sebenarnya saya telah berulang kali melewati ruang ini, tapi entah kenapa saya jadi tertarik. Mungkin gorengan yang di tawarkan Safira. “Ini boleh dicoba makan, Pak,” katanya.

Ya, di meja makan di dalam ruang Akal Akal Timur tersaji gorengan, keripik singkong , dan juga bumbu kacang. Sesungguhnya bukan itu yang hendak ditonjolkan dalam pameran ini, namun benda-benda yang beralih fungsi kegunaannya, seperti botol coca cola yang jadi botol eceran bensin yang banyak ditemukan di Papua.

Oh iya, barang-barang yang ada di ruangan ini adalah hasil residensi seniman di daerah Indonesia Timur, yang mana mereka menemukan hal-hal menarik dari benda atau barang yang dialih fungsikan. Di antaranya bor yang jadi pemotong rumput, diregen minyak yang jadi serokan, galon air dan selang yang jadi wadah penyimpanan air saat hujan dan benda-benda lainnya.

Menurut Safira, hal ini sejalan dengan semangat Pekan Kebudayaan Nasional 2023 seperti merawat bumi dari memanfaatkan benda-benda yang ada . Akal Akalan Timur banyak ditemukan di Indonesia Timur dan mungkin di daerah-daerah padat penduduk seperti kampung kota.

Sebelum berpamitan pada Safira dan Steven sebagai Volenteer yang menjaga tempat tersebut, saya kembali mencicipi gorengan Akal Akal Timur ini.
Posisi pameran ini berada di ruang paling belakang Galeri Nasional dengan latar kuning terang. Tempat ini bisa dikunjungi selama agenda Pekan Kebudayaan Nasional 2023.



