Kecintaan pada perpustakaan sudah aku taman sejak lama. Bahkan saat di kampus aku selalu menghabiskan waktu di perpustakaan—selain karena buku-bukunya juga suasananya teduh. Intinya sangat nyaman dan tidak bising.

Selain perpustakaan kampus yang sering aku kunjungi, aku juga beberapa kali menyempatkan waktu meminjam buku di Perpustakaan Daerah Banten. Sangat disayangkan, Perpusda Banten tempatnya tidak strategis—harusnya ditempatkan dekat alun-alun kota.


Rasa-rasanya sudah terlalu bosan mengunjungi perpustakaan kampus dan Perpusda Banten, aku berharap bisa mengunjungi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI)—tapi entahlah itu kapan terwujudnya.


Beberapa kali ingin berangkat ke sana, tetapi aku masih memiliki mental yang sangat lemah—belum berani ke Perpustakaan Nasional, padahal kala itu sangat butuh sekali referensi untuk membuat skripsi.


Keinginan itu belum juga terwujud. Dan syukurlah, pada Kamis 04 Agustus 2022, aku diajak oleh Gol A Gong untuk ikut ke Perpustakaan Nasional. Tapi aku selalu curiga ini bukan ke tempat buku-bukunya melainkan ke pelayanan administrasi yang ada di Salemba.


Perlu diketahui bahwa Perpustakaan Nasional itu ada dua, yang satu pelayanan buku dan satu lagi yang berkaitan dengan administrasi. Beruntung, kali ini tidak hanya ke kantor administrasinya melainkan juga ke tempat pelayanan buku.


Sialnya, di perjalanan aku sudah tidak kuasa menahan kencing—bahkan saat di Perpusnas aku bukan menyambut buku-buku, tetapi lebih tertarik mengunjungi WC. Alhamdulillah, rasanya lega sekali.

Di luar pintu lobi, Mas Gong, Rudi, dan Taufik sedang menungguku. Ah, saatnya eksis berswafoto di depan gedung seperti yang pernah orang-orang lakukan. Akhirnya, aku bisa mengunjungi Perpustakaan Nasional.


Aku masuk ke dalam dan melihat beberapa lukisan Presiden Indonesia. Mulai dari Soekarno sampai Jokowi ada semua—dan buku-buku yang berkaitan dengan mereka telah dijejerkan—misalnya di lukisan Soekarno ada buku Di bawah Bendera Revolusi.

Aku naik eskalator dan melihat koleksi-koleksi bukunya yang super lengkap. Tenyata, Perpustakaan Nasional sangat nyaman dan ramah—pantas saja ramai dikunjungi oleh kawula muda. Sama nyamannya saat Anda rekreasi ke pantai.

Anggapan bahwa perpustakaan merupakan tempat terbaik ini bukan cuma omong kosong belaka. Ingin tahu keseruannya, silakan buktikan sendiri.*


