Diday Tea mengajak aku jalan-jalan ke beberapa tempat yang ada di Qatar.
Yang pertama, aku diajak ke Souq Waqif, semacam pasar tradisional yang dipenuhi banyak jajanan, katanya tempat ini sangat cocok untuk mencari oleh-oleh. Sebagai pecinta jajanan, rasanya aku sangat ingin mendatangi tempat ini secara langsung.
Lalu aku juga diajak ke Museum of Islamic Art (MIA), salah satu museum yang menyimpan koleksi mahakarya Islam yang eksotis dari berbagai negara Islam di penjuru dunia.

Kemudian, ada juga tempat wisata yang menghubungkan antara pantai dan padang pasir, tempat itu bernama Sealine. Aku sangat penasaran dengan tempat ini.
Terakhir, aku diajak ke Qatar National Library, sebagai pegiat literasi, tentu tidak lengkap rasanya kalau belum berkunjung ke perpustakaan tersebut.

Selama membaca buku itu, aku merasa seperti sedang diajak traveling oleh Bang Diday Tea, tapi hanya jiwa dan pikiranku saja yang jalan-jalan, raganya masih rebahan di atas kasur. Semoga suatu saat, ragaku pun bisa ikut traveling ya, aamiin.
Dari buku ini aku belajar bahwa memang tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha dan pertolongan Allah di saat kesulitan itu benar-benar nyata. Allah akan menggantikan apa yang hilang dengan berlipat ganda, kalau kita ikhlas.

Selamat membangun mimpi dan jangan lupa untuk mengusahakan mimpi itu agar menjadi nyata.
Judul: Amazing Life in Qatar
Penulis: Diday Tea
Halaman: 180 hal.
Penerbit: One Peace Media
ISBN: 978-623-483-063-7
Tahun terbit: Cetakan pertama, Oktober 2022
By: Ulhiyati


