Refleksi hangat tentang cinta pada pekerjaan melalui novel The Door to Door Bookstore karya Carsten Henn
The Door to Door Bookstore: Sebuah Refleksi Cinta Terhadap Kerja

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Refleksi hangat tentang cinta pada pekerjaan melalui novel The Door to Door Bookstore karya Carsten Henn

Berdasarkan filsafat Jawa, wani ngalah ini adalah sikap legowo, yang sanggup menerima hal-hal kurang baik yang ditujukan kepada dirinya.

Sebuah buku yang menyenangkan untuk dibaca, layaknya mendengar cerita teman dengan secangkir kopi ataupun teh serta tak lupa goreng pisang. Menyenangkan dan Mengesankan tentunya!

Buku “Ratu Atut Chosiyah dan Signifikansi Pemimpin Perempuan”, sangat cocok untuk dibaca oleh kalangan akademisi, pelajar atau masyakarat umum yang ingin melihat Banten secara lebih luas. Buku tersebut mengupas tuntas dinamika politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan lain sebagainya yang ada di Provinsi Banten.

Penulis dengan bijak memulai pembahasan dengan analogi yang menggambarkan betapa berbahayanya menjadi terlalu mencolok atau “bersinar melebihi matahari”.

Aku begitu takjub dengan berbagai tempat-tempat wisata yang ternyata ada di Indonesia. Selama ini yang kutahu hanyalah Candi Borobodur, Kawah Putih, Danau Toba dan tempat wisata umum yang orang awam tahu sepertiku. Tapi dari buku ini aku tahu bahwa di setiap sudut di Indonesia ternyata banyak potongan surga yang bertebaran.

Buku ini hadir untuk mengatasi rasa insecure dengan cara membenamkan rasa tersebut dan menanamkan rasa kesadaran diri bahwa rasa aman seharusnya tidak didasarkan dengan fisik atau pencapaian orang lain. Tapi rasa aman itu akan datang dengan sendirinya, jika kita
menerima diri apa adanya, mencoba mengembangkan pontensi diri yang terpendam dan mensyukuri pemberian-Nya.

Permasalahan itu diangkat oleh penulis dalam bukunya untuk menggambarkan, bahwa hidup tidak akan selesai dengan cara bunuh diri. Terlebih bagi kaum muslimin yang meyakini akan adanya kehidupan baru setelah mati dari dunia yang fana.

Setelah membaca buku, jangan berhenti. tuliskan pendapan atau kesan-kesanmu setelah membaca. Pasti bermanfaat.

Buku ini unik. Covernya merah yang sering kita asosiasikan sebagai “kiri yang komunis dan tidak bertuhan”. Juga teringat Khong Guan biskuit jika melihat gambar di covernya: keluarga sedang makan.

Seperti kata pengantar dalam buku ini, bahwa puisi-puisinya seperti potret yang bicara di tangan ahli atau fotografer profesional.

Dari buku ini aku belajar bahwa memang tidak ada yang tidak mungkin selama kita berusaha dan pertolongan Allah di saat kesulitan itu benar-benar nyata.

Kumpulan cerita pendek TMTU ini ditulis oleh dua puluh penulis yang mengusung nama Caraka sebagai nama utama.

Ini Rumah Kita Sayang: Keluarga adalah Rumah Surga

Resensi Buku: The Journey Gol A Gong

Resensi Buku: I Am A Survivor, Buku Terbaru Gol A Gong

Resensi Buku Hidup Anti Galau: Anak Muda Harus Punya Mimpi dan Target