James Clear menjelaskan bahwa untuk membuat perubahan kebiasaan yang bertahan lama, kita harus fokus pada identitas yang ingin kita capai, bukan hanya pada hasil atau proses. Dengan kata lain, perubahan perilaku yang nyata dan konsisten dimulai dari mengubah cara kita melihat diri sendiri.
3 Lapisan Perubahan Perilaku
Clear memperkenalkan konsep perubahan kebiasaan berdasarkan “3 Layers of Behavior Change” atau “3 Lapisan Perubahan Perilaku”: hasil, proses, dan identitas. Alih-alih hanya fokus pada hasil atau langkah-langkah proses, Clear menyarankan agar kita memperhatikan identitas yang mendasari kebiasaan tersebut. Menurut Clear, perubahan berdasarkan identitas lebih kuat dan bertahan lama dibandingkan perubahan yang hanya didorong oleh hasil.

Misalnya, kamu ingin menurunkan berat badan atau ingin mendapat nilai bagus di sekolah. Perubahan ini berfokus pada hasil akhir. Sedangkan Clear menyarankan perubahan berdasarkan identitas (identity-based) berfokus pada siapa yang kita inginkan. Misalnya, “ingin menjadi orang yang sehat” atau “ingin menjadi orang yang pintar dan cerdas”.
Tiga Lapisan Perubahan Perilaku (3 Layers of Behavior Change):
- Lapisan Hasil: Fokus pada apa yang ingin dicapai (contoh: menurunkan berat badan, mendapat nilai bagus).
- Lapisan Proses: Fokus pada kebiasaan atau sistem yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut (contoh: makan sehat, olahraga, belajar).
- Lapisan Identitas: Fokus pada keyakinan, asumsi, dan pandangan diri yang memengaruhi tindakan. Identitas ini menyentuh “siapa kita” sebagai pribadi (contoh: menjadi orang yang sehat, menjadi orang yang pintar dan cerdas).
Jika dikaitkan dengan Komunikasi Interpersonal, apa yang disampaikan James Clear dalam buku ini sangat mirip dengan Konsep Diri dalam komunikasi. Konsep diri adalah pandangan, penilaian, dan perasaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Konsep diri mencakup keyakinan pribadi, sikap, serta nilai-nilai yang mendasari bagaimana seseorang berperilaku dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
Konsep diri berperan besar karena cara kita memandang diri sendiri akan memengaruhi cara kita berinteraksi, merespons, dan memengaruhi orang lain. Dalam konteks ini, konsep diri juga berperan besar dalam perubahan kebiasaan seseorang.
Kebiasaan yang konsisten akan membentuk identitas yang diinginkan. Semakin sering kita melakukan sesuatu, semakin kita memperkuat identitas tersebut.



