Sungguh tidak terduga. Dari 15 Titik kegiatan Duta Baca Indonesia yang pendanaannya didukung APBN, berkembang Jadi 436 Titik Kegiatan
Dari 15 Titik APBN Berkembang Jadi 436 Titik Kegiatan

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Sungguh tidak terduga. Dari 15 Titik kegiatan Duta Baca Indonesia yang pendanaannya didukung APBN, berkembang Jadi 436 Titik Kegiatan

Saat pandemi Covid-19 sedang ganas-ganasnya, saya, Daniel Mahendra, dan Rudi Rustiadi melakukan Safari Literasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Aku bilang sebenarnya cape hampir tiap hari harus ngadepin mereka. Tapi aku mau melakukannya karena aku pengin mereka merasakan dan menjalani senangnya belajar dan berkreasi sebagaimana anak-anakku dulu.

Sarapan yang lembut-lembut, karena gigi lagi saikit. Penuh penderitaan ya sakit gigi itu.

Program Perpusnas RI sekarang mengikuti trend. Tidak kaku, tapi inovatif.

Celemek Ajaib Paman Gong adalah cara mendekatkan literasi kepada anak-anak; bermain dan bergembira. Tentu ada hadiah dari Sekolah Enuma Indonesia.

Kura-kura raksasa. Ada yang tahu ni di mana? Tetu ini adalah cara berjualan destinasi atau keunikan suatu daerah.

Saya senang membaca cerpen-cerpen di Kompas Minggu. Agus Noor termasuk cerpenis favorit saya.

Mengenalkan literasi kepada anak-anak PAUD/TK harus dengan bermain dan memberi hadiah.

Tahu kaset album musik? Tanya deh sama ayah-ibumu yang lahir tahun 60-70-an. Itu barang vintage.

Kolaborasi adalah kunci sukses di era sekarang. PGRI dan Agupena Flores Timur melakukan kolaborasi untuk kerja-kerja 2024.

Rumah Baca Bojonegara saya bangun setelah menikah karena terinspirasi Rumah Dunia. Saya relawan dan mondok di Rumah Dunia semasa kuliah.

Waktu bergerak cepat. Usia bertambah, organ tubuh melemah. Termasuk gigi. Makanan pun harus yang lembut.

Salat itu tiang agama. Jika tiangnya tidak kokoh, ibarat rumah, maka robohlah!

Rumah Dunia sudah berumur 21 tahun. Bisa bertahan karena bersatu. Bersatu yang membuat kuat.

Sebagai Duta Baca Indonesia lokus kegiatan tidak hanya Dinas Perpustakaan Daerah, tapi juga di kampus, pondok pesantren, bahkan di komunitas.

PGRI Flores Timur mengevaluasi capaian-capaiannya di Konferensi Kerja Kabupaten III PGRI Flores Timur.