Dalam sambutannya Yati Priati Mengatakan bahwa semua siswa harus membaca. Membaca apa saja, bisa novel, cerpen, membaca kamus, atlas, catatan harian, tafsir, kamus, buku panduan dan jangan lupa membaca Alqur’an.

Yati juga mempertegas pernyataannya dengan mengatakan, membaca harus menggugah hati perasaan dan pikiran kita karena dengan membaca kita akan mempunyai masa depan yang lebih baik.

Sementara Wahyudi Widodo selaku Kepala Sekolah SMAN 2 Rangkasbitung mengatakan bahwa literasi dan membaca tidak bisa dipisahkan dari kegiatan pembelajaran., karena belajar adalah kegiatan seumur hidup.

Jadi kalau kita tidak suka membaca artinya kita tidak senang belajar. Pernyataan Widodo tersebut diungkapkan kepada seluruh peserta yang hadir baik siswa maupun guru.

Dalam kegiatan Gerakan Banten Membaca tersebut dihadirkan pula sosok Duta Baca Provinsi Banten yakni, Rahmat Heldy Hs. Rahel sapaan akrabnya selain menceritakan tugasnya sebagai Duta BacaProvinsi Banten, ia juga bercerita tentang kecintaannya membaca buku.

Bagi Rahel, karena membaca buku itulah ia keliling Indonesia bahkan ke beberapa Negara di Asia. Sambil memberikan motivasi, Rahel juga mengatakan, bahwa tidak ada batasan untuk membaca dan menulis.

Rahel menambahkan, sepanjang kita masih bernafas, otak masih bisa berpikir dan tangan masih bisa digerakan, maka menulis terus berlanjut karena menulis tidak mengenal istilah pensiun.

Akhirnya acara Gerakan Banten Membaca tersebut dapat dibilang sukses. Diskusi, tanya jawab hingga pembagian doorprize pun diberikan kepada peserta yang memiliki pertanyaan yang bagus.

Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan Banten terus meningkat indeks literasi masyarakatnya. Semoga! *
Mister GoKreaf


