Saya dan Jordy menembus pagi yang menggigit. Beijing 07:30 tapi masih gelap. Kapas putih yang lembut dan dingin berjatuhan dari langit. Kami berjalan 700 meteran menuju pintu B metro Wuzixueyuanlu, jalur 6. Kami menuju Agriculture Exhibition Center.
Kami transit di jalur 6. Penumpang cukup banyak juga. Padahal ini hari Minggu. Begitu keluar di Exit D, angin dari lemari es menerpa wajah. Jari-jari tangan terasa sakit. Suhu sudah minus 5. Kami terjang saja karena begitu melihat butiran putih berjatuhan dari langit, itu adalah pagi yang puitis di Beijing. Peristiwa ini tidak boleh kami lewatkan.


Alhamdulillah, ketika salju sedang turun di jalan kota Beijing, kegiatan pelatihan travel writing bersama Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (Permit) di KBRI, Beijing, Minggu 18 Januari 2026 berjalan lancar.
Yudil Chatim, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing membuka acara secara daring karena sedang bertugas di luar Beijing. “Ayo, pengalaman kalian selama kuliah di Beijing itu dituliskan,” begitu poin penting dari Yudil dalam sambutannya.


Peserta yang rata-rata gen Z dan asik dengan handphone (content creator) membikin video mulai mendapatkan wawasan baru, bahwa menuliskan segala hal yang mereka alami selama kuliah di Beijing itu berpeluang mendapatkan uang.
Awalnya mereka ragu bahwa profesi menulis bisa menghidupi. Saya mencoba memberikan pengertian, bahwa keterampilan menulis itu bisa jadi pelengkap disiplin ilmu yang sedang mereka pelajari. Menulis bisa jadi hobi yang keren tanpa perlu menggugurkan cita-cita awal.

“Bisa dikerjakan sambilan saja, ya,” celetuk Victor Hugo, Ketua Permit Beijing.
Iya. Saya tidak menyuruh mereka untuk jadi penulis. Saya hanya memberikan semacam wawasan, bahwa ketika mereka sedang menimba ilmu di negeri China, pengalaman-pengalaman yang mereka alami bisa ditulis dan jadi warisan berharga untuk anak-cucu.

“Kuliah di Beijing ini ibarat melakukan perjalanan. Ke kampus, tinggal di asrama, ke pasar, ke tempat-tempat bersejarah, itu traveling, menarik untuk dituliskan,” kata saya lagi.
Gol A Gong
Traveler, Author
18 Januari 2026



