Berita Literasi: Pemuda Menes Saepurrohman Raih Juara 3 KTIQ Provinsi Banten 2022 Mewakili Kabupaten Pandeglang

“Sampe-sampe laptop pun saya minjem ke teman. Namanya Mulki, santri di Ma’had Al-Jamiah Pesantren UIN SMH Banten,” tutur Rohman sebagai kalimat pembuka.

Laptop sudah dipersiapkan, Saepurrohman bergegas pergi ke lokasi acara. Oleh sebab pengalaman pahit itu, dia berdoa kepada Allah SWT. “Kalau saja saya juara, saya ingin beli laptop baru!” gumamnya saat berangkat menuju tempat lomba di Hotel Marbella Anyer, Serang.

Saepur Rohman menulis tentang apa di makalahnya?

Dirinya menulis tentang “Optimalisasi Zakat Produktif Berbasis Masjid untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”. Dia menceritakan, “Saya memandang masjid sebagai salah satu aspek yang paling dekat dengan masyarakat. Sedangkan, zakat produktif masih dikelola oleh lembaga zakat dan potensi zakat kita sebanyak 326 Triliyun Rupiah, tapi yang terserap hanya sedikit saja. Andaikan masjid ikut mengelola zakat produktif tersebut maka ekonomi umat akan berdaya.”

Ia menjelaskan, bahwa yang dimaksud zakat produktif adalah zakat yang diberikan kepada penerima (mustahik) sebagai modal untuk melakukan kegiatan ekonomi dalam bentuk usaha secara terus menerus. Tujuan zakat ini adalah untuk membangun dan mengembangkan taraf ekonomi dan produktivitas mustahik, khususnya bagi mereka yang berada dalam garis kemiskinan.

“Jadi si penerima zakat tidak dimanjakan hanya oleh uang yang bersifat konsumtif. Dia bisa buka usaha juga dibina oleh pengurus DKM Masjid misalnya. Salah satu contoh Masjid Jogokariyan Yogyakarta, di sana sudah diterapkan tentang zakat produktif. Masyarakat di sana bukan hanya menjadikan masjid sebagai sarana ibadah saja tetapi juga untuk membangun ekonomi umat. Andai saja zakat produktif ini bisa diterapkan di Masjid Amalussholihin Kadu Bangkong Menes, pasti ke depan masyarakat kampungnya akan lebih giat lagi beribadah karena urusan perut dan kecukupannya terpenuhi. Dengan cara seperti itu umat Islam tidak akan ada yang kesusahan secara ekonomi” jelasnya.

Ia mengakhiri dengan ungkapan, “Islam memandang bahwa kemiskinan adalah masalah yang harus kita pecahkan bersama! Jika manusia berada dalam garis kemiskinan itu akan dekat dengan kekufuran, iman kita akan goyah, akan mencuri, mengemis meminta belas kasihan kepada orang lain. Bahkan terjerat ribawi meminjam uang ke rentenir. Nah, dengan adanya makalah saya ini semoga saja bisa diimplementasikan di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Pandeglang Banten. Khususnya di Menes.”

“Alhamdulillah uang dari hasil perlombaan MTQ dan apresiasi dari Pemkab Pandeglang tersebut, saya gunakan untuk studi belajar Bahasa Inggris di Pare Kediri Jawa Timur,” pungkasnya. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==