Sekarang dukanya. Waktu Buk Ruth yang mampir ke stand Dapur Mandeh. Buk Ruth penasaran dengan Si Padang satu ini. Ada cerita menarik dan menyedihkan terungkap ketika ibu Ruth (peserta festival dengan saya) berkunjung ke lapak saya. Beliau datang lihat-lihat lalu saya sapa. Memang, ternyata Padang punya kesan tersendiri bagi sahabat Papua.

Cerita-cerita, lalu terungkap ke cerita pilunya ketika ikut pameran ke luar kota dan ketemu seniman kerajinan se Indonesia.
“Waktu Lion jatuh, penumpang yang di dalam adalah sahabat-sahabat saya,” ujar buk Ruth yang membuat bulu roma saya merinding.

“Kita menangis di mes dengan teman-teman. Entah keperluan apa ketika itu, mereka duluan berangkat balik ke Pangkal Pinang, mungkin sudah ajalnya,”kenang buk Ruth. “Padaal kalau pulangnya sesuai jadwal, setelah selesai paeran, mungkin teman-teman masih hidup.”
Menyedihkan. Buk Ruth adalah perajin cendramata Papua. Karyanya sudah dipamerkan kemana-mana. *



