Berita Literasi: Teras Berdialog Batch 2 di Teras Bambu Mendiskusikan Tentang Internalisasi Nilai-nilai Pancasila

Friska Sepyanti Lintang, penggagas Teras Bamboo mengatakan, Teras Baca ini adalah komitmen Teras Bamboo sebagai rumah edukasi bagi masyarakat. Teh Friska berharap Teras Baca menjadi bermanfaat untuk banyak orang.

“Mungkin buku yang ada di perpustakaan kita baru sedikit, tapi yang paling penting bermanfaat. Sedikit tapi bermanfaat,” Teh Friska membuka acara.

Sementara dalam dialog yang membahas internalisasi nilai-nilai pancasila itu, Pak Boyke menyampaikan betapa luasnya Indonesia dengan segala keberagamannya, namun mampu disatukan dengan Pancasila.

“Untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara itu kita menggunakan ideologi Pancasila, karena tetangga kita bukan muslim semua, ada Kristen juga, Hindu, Buddha dan tetangga kita bukan orang Serang semua, ada Bandung dan lain-lain. Pancasila itulah yang bisa menjembatani semua kepentingan itu,” jelas Pak Boyke saat menyampaikan materi.

Pak Boyke Juga menjelaskan secara rinci bahwa pondasi Pancasila sebagai falsafah bangsa itu adalah nilai-nilai ketuhanan.

“Mengapa kita tidak mencapai sila kelima, karena kita tidak mengamalkan sila keempat, kerakyatannya tidak dipimpin oleh hikmat, tapi diduduki oleh kekuasaan. Lalu kenapa kita tidak mencintai kebijaksanaan, karena pemuda kita kurang rasa bersatunya, kurang sila ketiga. Kenapa kita kurang rasa bersatu karena kurang rasa kemanusiaan, sila kedua. Kenapa juga kita kurang rasa kemanusiaan, karena kurang menyadari sebagai makhluk Tuhan yang mana Esa. Jadi Pancasila itu walaupun bukan agama, tapi pondasi utamanya ketuhanan,” ujar Pak Boyke.

Sementara itu Mas Gol A Gong membuka materinya dengan mengungkapkan bahwa masih ada kesalahan di masyarakat Indonesia yang menganggap Pancasila sebagai agama.

“Padahal Bung Karno mengatakan agama itu di dalam rumah, ada agama Kristen, Islam dan agama lain. Jadi agama itu di dalam rumah, kalau keluar rumah jangan kau bawa agamanya, bawa Pancasila supaya rukun. Kesalahan kita adalah, kita keluar dari rumah membawa simbol-simbol agama ke ruang publik. Mestinya agama itu kita tunjukkan dalam perilaku kita shari-hari,” jelas Mas Gong.

Mas Gong menjelaskan, materi implementasi nilai-nilai Pancasila dengan mengutip ucapan Presiden Amerika ke-35, John F Kennedy “Jangan tanya apa yang sudah negara berikan kepadamu, tapi apa yang sudah kamu berikan kepada negara” dan memberikan pertanyaan kepada peserta “apa yang sudah kamu berikan kepada Banten?”

Banyak peserta yang menjawab pertanyaan Mas Gong, ada yang menjawab sebagai pahlawan devisa, membuka lapangan pekerjaan, menjadi mentor mengajar, membangun taman bacaan masyarakat dan lain-lain.

“Nah itu saja, jadi gak usah pake teori. Bung Karno sudah mewariskan lima nilai hidup dan kita sekarang mengimplementasikannya,” respon Mas Gong mendengar jawaban peserta.

Acara Teras Berdialog kali ini seru dan asik, materi yang disampaikan mudah dipahami peserta. Banyak hadiah yang didapat oleh peserta yang aktif menjawab pertanyaan. Semoga Teras Berdialog selanjutnya bisa mengangkat tema yang relate dan penting untuk didiskusikan. Sukses selalu Teras Bamboo. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==