Berkunjung ke Kampung Horta, Kampung Pengrajin Boneka Horta

Di sisi lain di gubuk ini, para pengurus Komite SMP Unggulan Uswatun Hasanah sedang asyik memakan petis buah dan rujak bebek, aktivitas yang cukup menyenangkan untuk “mengisi ulang” energi yang terkuras selama perjalanan dari Cilegon hingga Bogor yang memakan waktu empat jam lebih dengan menggunakan bus. Sementara di lokasi yang tak jauh dari saung ini para siswa perempuan juga sedang melakukan aktivitas yang sama dengan para siswa laki-laki.

Oleh para pengurus Kampung Horta yang mengenakan rompi berwarna cokelat, para siswa diberikan limbah serbuk kayu yang dibungkus stoking, seutas tali, sebuah gunting kecil, beberapa lembar kain flanel, lem dan pernak-pernik berbentuk sepasang mata. Di dalam stoking itu ada juga benih-benih rumput. Dalam rangkaian kegiatan Field Study and Entrepeneurship Day—sebagai salah satu program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)—itu, para siswa akan membuat boneka horta, boneka lucu yang menjadi media tanam rumput itu.

Mereka pertama-tama membuat bagian kepala dan badan dengan cara mengikatkan tali di bagian atas. Lalu ada yang membentuk telinga, hidung dan tangan. Bagi mereka yang ingin membuat bentuk lain, seperti seekor kura-kura, misalnya, mereka juga menambahkan bagian ekor di belakang bagian boneka tersebut. Setelah itu, mereka mulai menghias dengan menempelkan bagian mata dengan lem dan membuat pakaian bagi boneka horta mereka.

Saat proses membuat boneka horta, ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan. Wildan, siswa kelas VIII, misalnya. Kain stoking pembungkus serbuk kayunya sedikit robek, sehingga membuat serbuk kayu itu bocor dan agak sulit untuk membentuknya sesuai dengan keinginan. Beruntung, ia bisa mengatasinya. Beberapa anak lain yang mengalami kesulitan dibantu oleh tim dari Kampung Horta.

Kurang dari 45 menit, para siswa telah berhasil membuat boneka horta masing-masing dengan bentuk yang beragam. Ada yang menyerupai Superman, kura-kura dan lain-lain.

Yang menarik dari membuat boneka horta ialah kita bisa memanfaatkan barang yang sudah tak lagi terpakai atau limbah—dalam hal ini serbuk kayu—menjadi barang yang bernilai ekonomi dan estetik sekaligus melestarikan lingkungan. Dan Kampung Horta ini adalah salah satu kampung yang berdaya melalui program-program kerajinan dan pelatihan yang disediakan.

Selain menyediakan pelatihan membuat boneka horta, Kampung Horta juga menyediakan pelatihan yang lain, seperti membuat telur asin, layang-layang, sabun cair, cincau dan kerajinan tanah liat, melukis caping, fun games, flying fox dan masih banyak lagi.

Kunjungan kami ke Kampung Horta ini tidak bisa berlangsung lama, karena para guru dan siswa lelaki harus segera pergi menuju ke masjid terdekat untuk melaksanakan salat Jumat kemudian menuju Kebun Raya Bogor. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

1 Komentar

  1. Ini baru projek penguatan profil pelajar Pancasila. Sekolah keren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==