Bermain Lego di Rumah Baca Bojonegara

Awalnya, Ana dan Uhroh, relawan sekaligus pengurus RBB, sudah menyiapkan kegiatan spesial untuk hari ini. Mengingat kegiatan itu hanya bisa dilakukan dalam kelompok dengan jumlah yang cukup banyak, kegiatan itu akan dilaksanakan di pertemuan-pertemuan berikutnya. Insyaallah.

Saya pun cari akal. Saya masuk ke kamar yang biasa digunakan untuk menyimpan mainan Eza dan Aqil, anak-anak saya. Ada boneka-boneka. Dua pekan lalu saya sudah pakai itu untuk mendongeng. Ada boneka barbie. Tapi tak bisa saya pakai, karena setengah dari jumlah sahabat belajar yang datang adalah anak laki-laki. Ada lego. Aha! Ya sudah, para sahabat belajar saya ajak main lego.

Lego itu adalah milik Eza. Saya beli tahun lalu. Lego kecil-kecil. Cuma ada satu boks berisi 500 keping. Tapi nampaknya jumlahnya sudah berkurang karena hilang saat dimainkan Eza dan Aqil.

“Legonya kurang banyak,” kata beberapa sahabat belajar. Memang benar. Saya minta mereka agar berbagi, tetap berkreasi dengan fasilitas yang terbatas. Kendati demikian, mereka tetap bergembira. Gedung bertingkat, hewan mitologi naga, kendaraan tempur tank, bendera, robot dan pelbagai macam bentuk lainnya dibuat para sahabat belajar. Syukurlah. Fasilitas yang terbatas tak membatasi kreativitas mereka.

Kegiatan hari ini menjadi semakin seru dengan adanya makan basreng (baso goreng) dan minum es manis bersama hadiah dari Ana.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

1 Komentar

  1. Waktu kecil saya gak main lego, karena gak punya. Lihat anak-anak bisa main lego bersama rasanya seneng banget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==