Besok, Apalagi yang Dikorpusi?

Oleh: Zaeni Boli

Jadi teringat kata-kata Mahatma Gandhi, pejuang kemanusiaan dari India. Begini katanya: “Bumi sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia, namun tidak cukup untuk memenuhi keserakahan manusia.”

Ah, andai negeri ini punya hukum yang tegas untuk para koruptor, sudah dapat dipastikan rakyatnya akan sejahtera. Yang tampangnya baik di media belum tentu kelakuannya baik. Kealiman mereka di depan publik hanyalah topeng untuk menutupi kebusukan mereka.

Dengan situasi dan kondisi seperti ini, kita berharap adanya ketegasan dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bisakah, kira-kira, Bapak Presiden membuktikan kata-katanya saat kampanye dulu, yang katanya mau mengejar koruptor sampai ke Antartika?

Jika melihat sisi positif, sedikit banyak kita boleh berbangga bahwa satu per satu koruptor di Indonesia mulai ditangkap. Semoga berlanjut sampai ke “tikus” paling besar dan paling licin permainannya, agar publik yakin dan percaya pada kinerja pemerintah saat ini.

Sudah banyak ilustrasi, karya seni, serta karya sastra maupun musik yang mendorong agar kasus-kasus korupsi dibereskan. Tinggal berani atau tidak pemerintah mengurus hal ini—karena inilah yang selalu menjadi kendala di setiap era kepemimpinan presiden Indonesia dari masa ke masa.

Saat ini, kita diperhadapkan serta diberikan tontonan betapa gilanya nilai dari kasus-kasus korupsi hari ini. Angka yang cukup besar tentunya—bayangkan jumlahnya triliunan! Sudah dapat dipastikan, orang-orang dengan gaji di bawah UMR seperti saya seumur hidup tidak akan pernah melihat uang sebanyak itu. Kalau diberikan kepada anak-anak Indonesia, maka tercukupi sudah kebutuhan mereka akan gizi yang seimbang.

Andai tak ada korupsi, maka Indonesia akan menjadi negara yang besar dan berdaulat serta tak diremehkan negara lain.

Ingat lagu Sukatani yang telah mendunia? Itu berarti dunia tahu betapa bobroknya negeri ini. Malu dong, kalau begitu!

Tapi pejabat? Tidak.

Kasihan jadi rakyat Indonesia—dibohongi terus oleh pejabatnya. Masa Pertalite dijual dengan harga Pertamax?

Masa begitu saja mesti bohong?

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==