Dimulai dengan penyegaran kelas dengan menari bersama terlebih dahulu diiringi lagu Maumere yang sedang naik daun, yaitu “Ikan naik ke pantai“. Setelahnya masuk ke materi atau sesi Penguatan Literasi Masyarakat Melalui TPBIS untuk Mendukung Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka .

Disana kita dikenalkan kembali dan dijelaskan, bahwa kehadiran Perpustakaan maupun TBM yang ada pada masyarakat adalah juga mendukung dunia pendidikan yang sedang berkembang dan bertransformasi ke arah yang positif.

Dengan semangat merdeka belajar dan juga kampus merdeka, maka sudah barang tentu Perpustakaan maupun TBM di masyarakat mampu mendukung dan menjadi alternatif bagi tumbuh kembang dunia pendidikan hari ini.

Dari dua pemateri di kelas, kami yakni kelas 4 Ni Made Cristianty dan Afrianus Langgar, bergantian menjelaskan kepada peserta yang hadir. Dua sesi terakhir diisi dengan peserta mencoba membuat perencanaan pengembangan literasi dari contoh yang diberikan.

Kemudian para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan pada kelompok lain. Dari 5 Kabupaten yang ada dalam kelas ini dibagi lagi kedalam dua kelompok, yakni kelompok Perpustakaan Desa dan TBM pada masing-masing Kabupaten. Ada banyak hal menarik dari presentasi, yaitu rencana dari salah satu kelompok peserta yang coba mengadvokasi agenda kegiatan dengan menghubungi CSR dari luar negeri.

Pada Hari kedua ini tidak semua kelompok mendapat ruang waktu yang cukup untuk presentasi namun dari wajah-wajah peserta yang nampak lelah terselip rasa bahagia karena mendapatkan pengalaman baru lagi dalam kaitan berjejaring antar sesama penggiat Literasi di NTT. Itulah salah satu kekuatan para penggiat, yaitu berjejaring dan berkolaborasi. (Zaeni Boli)



