Esai tentang pentingnya literasi membaca, budaya, dan digital sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Esai: Menuju Generasi yang Literat, Bisakah?

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Esai tentang pentingnya literasi membaca, budaya, dan digital sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

Di TBM, program-program yang dihadirkan pun tidak harus selalu berkaitan dengan membaca buku. Misalnya, ada program memasak untuk ibu-ibu sekitar TBM, belajar bersama tokoh masyarakat, dan berbagai kegiatan lain yang relevan dengan kebutuhan komunitas.

Pada kesempatan itu Gol A Gong mendonasikan buku kepada TBM Surya Gemilang. Buku-buku tersebut merupakan donasi dari Gong Publishing, Perpusnas Press, Denny JA Foundation, PT Cahaya Inspirasi Anak (CIA), juga beberapa buku koleksi pribadinya.

Desember Tahun 2025 adalah tahun terahir saya sebagai Duta Baca Indonesia. Saya akan maksimalkan kunjungan ke desa-desa dengan program Duta Baca Indonesia Masuk Desa.

Program kegiatan praktik baik yang kami lakukan dalam rangka inklusi sosial adalah SILATIF (Silaturahmi TBM Al-Latif).

TBM Masure mengajak anak-anak mencintai sastra dengan belajar langsung menulis dari ide-ide yang bisa mereka tangkap di sekitar mereka.

Semoga bantuan seperti ini terus menjadi pemantik bagi tumbuhnya komunitas-komunitas baru yang berkontribusi membangun masyarakat yang lebih cerdas dan gemar membaca.

Realitas bahwa orang yang dekat dengan buku tidak koheren dengan tradisi menulis, memang sering saya temukan saat memberi pelatihan. Ya, banyak para guru Bahasa dan Sastra Indonesia, yang tidak gemar membaca apalagi menulis. Begitu juga para penelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang hanya senang seminar atau menggelar buku

aku belajar juga untuk jangan menjadikan umur sebagai patokan untuk menghalangi semangat kita dalam melakukan produktivitas

Penyerahan dilakukan pada Kamis 12 September di Bukittinggi bertepatan dengan perayaan Hari Kunjungan Perpustakaan.

Ketua Komunitas Jejak Zaman mengucapkan terima kasih pada TBM Lautan Ilmu untuk kolaborasi ini.

“Harapan saya semoga rak buku ini bisa menambah wawasan untuk Kampung Kijing ini. Selain wawasan, juga ilmu, dan bermanfaat untuk adik-adik yang masih di bawah agar semakin giat membaca,” tambah Suparno.

“Kegiatan Sabtu Ceria ini sangat seru, dan untuk pertama kalinya saya menjadi badut menghibur anak-anak. Hal yang paling berkesan tentu antusias anak-anak yang hadir jumlahnya mencapai 100 orang lebih.” lanjut Dwi.

Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan pada kelompok lain. Dari 5 Kabupaten yang ada dalam kelas ini dibagi lagi kedalam dua kelompok, yakni kelompok Perpustakaan Desa dan TBM pada masing-masing Kabupaten.

Di Rumah Dunia ada kesepakatran tidak mengetuki pintu-pintu Organisasi Perangkat Daerah, menawarkan proposal. Tidak. Kecuali ketika kami diminta mengajukan program. Beberapa kali kai mendapatkan dana hibah dari pusat karena ditunjuk. Tapi dalam keseharian, cara-cara seperti menulis kumpulan cerpen sering kami tempuh.

Ceramah literasi dari H. Rocker dan Bapak Jumhadi yang mengisi kegiatan tersebut. Ditutup dengan sesi foto bersama. Acara ini berhasil menciptakan suasana yang penuh warna dan keceriaan, sesuai dengan tema “Petualangan Diana Mencari Warna Warni di Kebun Mimpi.”

Program ini bertujuan untuk menyatukan lilin yang ada di pedesaan dan perkotaan. Jangan ada yang merasa sendirian, kita di sini sama untuk melakukan kebaikan.