Di setiap komunitas literasi yang didatangi, Duta Baca Indonesia selalu memberi hadiah buku. Buku-buku tersebut merupakan donasi dari penerbit Gramedia, Mizan Grup, Agro Media, Elex Media Komputindo, SIP Publishing, Gong Publishing dan beberapa donatur individu lainnya.

Program tersebut disambut baik oleh Rita, ia mengatakan bahawa Perpustakaan Nasional melalui Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus juga memiliki donasi buku untuk perpustakaan komunitas.
“Buku-buku bantuan khusus perpustakaan komunitas ini, jika tidak ada kendala mungkin akan bisa didistribusikan pada Bulan Oktober, sekarang sedang dalam tahap percetakan,” jelas perempuan berkerudung putih itu.

Saat ditanya mekanismenya, Rita menjelaskan bahwa setiap komunitas yang ingin mendapatkan buku-buku tersebut syaratnya adalah membuat poropsal buku bantuan perpusnas untuk komunitas, yang ditujukan langsung kepada Kepala Perpusnas RI.
“Isinya seperti proposal pada umumnya, ada pendahuluan, identitas komunitas dari nama komunitas, alamat, program yang sudah dijalankan dan seterusnya. Selanjutnya identitas pengelola, siapa, domisili di mana dan seterusnya,” jelas Rita.

Rita juga mengungkapkan bahwa proposal ini bisa diseleksi oleh Duta Baca Indonesia. “Mas Gol A Gong sering datang ke lapangan, pasti tahu betul komunitas-komunitas yang aktif dan butuh dibantu. Jadi proposal bisa dikirimkan ke Duta Baca Indonesia, lalu 10 komunitas yang terpilih nanti akan kami berikan paket buku tersebut. Persyaratan lain kami nanti butuh stempel komunitas untuk tanda terima, dan tanda derima dengan lamiran judul-judul buku yang kami berikan tidak boleh hilang. Harus disimpan dengan baik oleh pengelola,” pesan Rita.

“Bagaimana dengan pengirimannya?” tanya Duta Baca Indonesia.
“Untuk pengiriman kami belum bisa memfasilitasi, jadi komunitas yang didibantu harus mengambilnya ke Perpustakaan Nasional,” ungkap Rita.

“Saya dipinjami mobil dinas oleh Perpustakaan Nasional. Jok belakangnya saya lepas. Biar nanti saya yang ambil, dan ketika saya datang ke daerah-daerah, saya distribusikan kepada komunitas yang bersangkutan,” jelas Duta Baca Indonesia. *



